Kebakaran Ludeskan 4 Unit Rumah di Reteh
Rabu, 11/01/2012 - 19:19:20 WIB
TEMBILAHAN - Sedikitnya 4 unit rumah di Jalan Simpang Raya Parit 13 Desa Pulau Kecil Kecamatan Reteh, ludes dilalap si jago merah sekitar pukul 01.30 WIB, Rabu (11/01) dinihari. Kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa, tapi kerugian diperkirakan mencapai Rp 300 juta lebih.
Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan melalui Kapolsek Reteh AKP Sangkut Suryadi Ningrat saat dihubungi membenarkan adanya kejadian itu. Meskipun penyebab kebakaran masih dalam proses penyidikan, tapi informasi dari keterangan saksi menyebutkan api berasal dari rumah yang dihuni Irum (45).
Ia tinggal sendirian dirumah, sementara suaminya sudah meninggal dunia. Sementara, tiga unit rumah lainnya yang ikut terbakar diantaranya milik Bahar (36), Syamsudin (65) dan rumah Sampena (55). Sedangkan rumah Syarkawi (50) terpaksa dirubuhkan warga agar api tidak menjalar dan semakin membesar ke pemukiman lainnya.
"Saksi menyebutkan api berasal dari rumah Irum yang tinggal sendiri, ia dikabarkan juga pernah sakit dan dirawat di RSJ Pekanbaru. Ada sekitar 45 menit api dengan leluasa melalap empat unit rumah warga sebelum akhirnya api berhasil dipadamkan dengan menggunakan mesin pompa robin," kata Kapolsek.
Dikatakan Kapolsek, sebelum kebakaran terjadi didaerah itu juga terjadi aliran listrik yang tiba-tiba mati dan tiba-tiba hidup. Namun Kapolsek belum mau menyimpulkan apakah kebakaran itu disebabkan arus pendek atau ada penyebab lainnya.
Informasi yang dirangkum dari salah seorang warga, peristiwa kebakaran yang mengejutkan warga karena sedang tertidur lelap baru diketahui setelah api membesar dan menghabiskan rumah Irum. Melihat kondisi itu, puluhan warga berduyun-duyun mendatangi lokasi kejadian untuk menolong dan mengambil air yang berada di parit dekat lokasi kebakaran.
"Kendati warga sudah berupaya memadamkan api, tapi tetap saja semakin membesar. Akhirnya warga berinisiatif meminjam mesin pompa dari pemilik kapal untuk memadamkan api, kemudain barulah api mulai berangsur padam," jelas Amir, salah seorang warga.
Sayangnya, saat menghubungi Camat Reteh Kamren tapi handphone tidak diangkat meskipun dalam kondisi aktif. Bahkan sudah berusaha untuk mengirim sms untuk menanyakan kejadian kebakaran itu, tapi hingga berita ini ditulis Kamren juga tidak bersedia membalasnya.(fad)