Dilaut Lepas, Diskanlut Inhil Sediakan Kapal 30 GT
Sabtu, 07/01/2012 - 09:05:10 WIB
 |
|
| tuna_indonesia |
TEMBILAHAN - Menyikapi kebijakan pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir yang menetapkan sektor sungai dan laut sebagai prioritas pengembangan pembangunan, terutama di bidang ekonomi. Maka tahun 2012 ini kembali direalisasikan oleh Dinas Perikanan Dan Kelautan (Diskanlut) Inhil dengan menyediakan 3 unit Kapal Motor (KM) 30 GT agar bisa menangkap ikan diperairan yang luas.
Hal tersebut di atas disampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Kabupaten Inhil, Ir. Saripek, Kamis (5/1). Menurutnya sektor perikanan memang telah menjadi prioritas pengembangan pembangunan Inhil mulai tahun 2010 lalu, untuk itulah Diskanlut Inhil telah menyusun berbagai program dan kegiatan yang akan direalisasikan untuk menggali potensi perikanan guna meningkatkan taraf hidup ekonomi masyarakat yang terkait dengan hal itu.
"Dalam rangka menggali lebih jauh semua potensi perikanan yang kita miliki, pemerintah Inhil telah menetapkan sektor ini sebagai prioritas pembangunan. Untuk mewujudkannya, Diskanlut Inhil sejak dua tahun lalu telah berusaha menyediakan Kapal Motor berkekuatan 10 dan 30 GT agar bisa menangkap ikan dilaut lepas," ungkap Saripek.
Ketika ditanya lebih jauh tentang program Diskanlut lainnya, Saripek menjelaskan bahwa untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pihaknya tengah mengkaji semua potensi perikanan dan peluang pengembangannnya baik pada bidang penangkapan maupun bidang budidaya perikanan secara menyeluruh dan konfrehensif.
Sedangkan pada bagian darat, Diskanlut Inhil juga telah menetapkan kebijakan pembangunan sarana dan prasarana Balai Benih Ikan (BBI), melakukan penanggulan lahan budidaya tambak masyarakat yang sebagian sudah banyak rusak sehingga ke depannya bisa aman dari intrusi air laut.
"Dari sekian banyak program perencanaan yang akan direalisasikan, yang menjadi kendala utama dalam percepatan pembangunan memang sering terkendala masih minimnya dana yang tersedia, hal ini juga diperparah oleh sangat terbatasnya kemampuan modal usaha petani nelayan," jelas Mantan Sekwan DPRD Inhil ini.(fad)