SMA I: Kalau Keberatan Sampaikan ke Sekolah
Sabtu, 07/01/2012 - 08:59:43 WIB
 |
|
| sekolah |
TEMBILAHAN - Terkait pungutan biaya pendaftaran ulang, Kepala sekolah SMA I Temmbilahan Hulu Dra Wardiah MM ketika dikonfirmasi, Jumat, (6/1) mengatakan biaya tersebut tidak dibebankan kepada seluruh siswa. Bagi siswa yang tidak mampu diharapkan kepada orang tua wali murid untuk langsung datang kepada pihak sekolah menyampaikan kondisi mereka.
Lebih lanjut menurut yang bersangkutan terkait surat edaran tersebut sudah diketahui dan disepakati dengan pihak komite sekolah. Jadi menurutnya penetapan biaya tersebut sudah melalui kesepakatan bersama.
"Mereka yang tidak mampu membayar, bukan berarti gugur dan diberhentikan. Orang tua dapat datang kepada kita untuk menjelaskan tentang kondisi mereka yang tidak mampu untuk membayar," imbuhnya.
Wardiah menjelaskan, adapun biaya yang kita pungut tersebut digunakan untuk kepentingan dan biaya operasional sekolah, karena untuk tingkat SMA, tidak ada dana penunjang seperti dana BOS. Sebab dana BOS menurut yang bersangkutan hanya untuk tingkat SD dan SMP.
Ia menambahkan, kalau dahulu ada uang BP3 yang dibebankan kepada murid dalam setiap bulannya. dimana dana tersebut peruntukan termasuk untuk iuran OSIS dan sebagainya. Tapi sekarang tidak ada lagi, makanya salah satu kebijakan yang kita lakukan adalah melalui daftar Ulang.
"Bayangkan saja untuk biaya internet, listrik dalam setiap bulan mencapai angka 3 juta. Dari mana anggaran yang kita peroleh untuk membayarnya kalau memang tidak dilakukan langkah seperti itu. Nanti kalau sampai menunggak listrik, bisa diputus oleh pihak PLN, malah akan menggangu seluruh aktivitas belajar mengajar," ujarnya.
Terkait dengan informasi program internet gratis oleh pihak Telkom, menurut Wardiah tidak benar. Sebab selama ini pihak sekolah terus membayar, makanya mulai dari listrik dan biaya internet yang dibutuhkan pihak sekolah mencapai angka 5 juta/bulan. (fad)