DARIRIAU.com - Bidang Perencanaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, memaparkan indikasi dana dekonsentarsi yang akan di kelola Dinas Pendidikan (Disdik) Riau tahun 2015 mendatang, jumlah mencapai Rp107 miliar lebih.
Bidang Perencanaan Kemendikbud saat itu diwakili oleh Aryo, dalam pemaparannya dihadapan Kepala Disdik Riau dan para Kepala Bidang dan kasi dilingkungan Disdik Riau, Kamis (16/10/) tersebut, dipaparkan total indikasi dana Dekon untuk Disdik Riau sebesar Rp107.997.065.
Dengan rincian untuk Setjen sebesar Rp 233.856, Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal (PAUDNI), Rp 1.365.521, Pendidikan Dasar (DIKDAS), Rp 98.804.281, dan Pendidikan Menengah (DIKMEN), Rp 7.827.263.
Kepala Disdik Riau Dwi Agus Sumarno menjalaskan, dari pemaparan bidang perencanaan Kemendikbud tersebut Disdik Riau harus membuat perencanaan program kerja yang akan dilaksanakan, sehingga total dana yang disiapkan Kemendikbud bisa semuanya dilaksanakan oleh Disdik Riau.
"Yang harus dilakukan adalah melakukan Koodinasi dengan Kabupaten/Kota, yakni melakukanIdentifikasi kondisi pendidikan dan penyusunan rencana (bahan musrenbang), berikutnya koordinasi dan tindak lanjut dari musrenbang," jelas Dwi.
Selain itu, Disdik harus melakukan Koordinasi dengan bidang, ini terkait koordinasi perencaan, koordinasi pelaksanaan, dan koordinasi pelaporan. Baru setelah itu dilanjutkan dengan melakukan Koordinasi dengan pusat, yakni terkait pelaksanaan Dekon, dan perencanaan (Musrenbang, Rakernasren).
"Kita patutnya bersyukur dengan besarnya dana yang akan diberikan pemerintah pusat melalui dana APBN tahun depan tersebut, karenanya kita harus memanfaatkan peluang yang ada, sehingga bidang pendidikan dinegeri ini terus maju," harapnya.
Mantan Direktur IPDN kampus Riau ini juga menjelaskan, kalau mulai tahun depan Disdik Riau fokus pada peningkatan kualitas mutu pendidikan salah satunya peningkatan kualitas tenaga pendidik.
Dwi mengakui sarana prasarana juga menjadi salah satu penentu maju nundurnya mutu pendidikan namun yang paling penting kualitas tenaga pendidik harus ditingkatkan salah satunya dengan pelatihan workshop, TOT dan lain sebagainya.
"Jadi tahun depan dalam peraturan pemerintah kita tidak lagi urus kegiatan fisik. Semuanya diserahkan pembangunannya ke Dinas Cipta Karya," kata Dwi. (ris)