Dirinya merasa tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan keputusan di Pemerintahan Kota Dumai.">
| | | | | | | |
Rabu, 03 09 2014  
DariRiau.com / Politik / Agus Widayat Menangis di Paripurna DPRD

Merasa Ditinggalkan
Agus Widayat Menangis di Paripurna DPRD


Kamis, 28/08/2014 - 20:22:14 WIB
DARIRIAU.com - Kamis (28/8) DPRD Dumai menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian hasil kerja Badan Anggaran (Banggar) terhadap Ranperda APBD-Perubahan 2014. Rapat ini dihadiri oleh Wakil Walikota Dumai Agus Widayat yang mewakili Walikota Dumai Khairul Anwar karena sakit. 

Momen ini pun dijadikan mantan calon wakil gubernur Riau yang berpasangan dengan Herman Abdullah tahun 2013 lalu, mencurahkan perasaannya di forum dewan. Dirinya merasa tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan keputusan di Pemerintahan Kota Dumai.

Seperti biasanya, rapat paripurna DPRD juga akan diiringi dengan pidato Walikota Dumai. Nah, Menjelang akhir jabatan anggota DPRD Dumai periode 2009-2014 Wakil Walikota Dumai Agus Widayat mendapat kesempatan membacakan pidato walikota dumai mewakili Khairul Anwar yang berhalangan hadir dalam rapat paripurna tersebut.

Setelah membacakan pidato walikota tersebut, Agus Widayat melanjutkan pidatonya. Hanya saja pidato Agus Widayat membuat anggota DPRD serta para undangan dari pejabat-pejabat Pemko dan pejabat lainnya yang hadir terenyuh karena isi pidato Agus Widayat lebih kepada meluahkan perasaan yang dipendamnya selama menjabat sebagai wakil walikota. Apalagi curahan hati tersebut disampaikan sambil meneteskan air mata.

Dalam forum itu, Agus Widayat mengaku semasa menjadi wakil walikota dirinya tak ubah hanya sebagai pelengkap semata. Dia tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan kebijakan di lingkungan Pemko Dumai. Baik itu kebijakan dalam mutasi jabatan pejabat eselon maupun kebijakan anggaran, dirinya tak pernah diajak duduk bersama.

Bahkan katanya, dirinya tidak tahu apa isi anggaran dalam Ranperda APBD-Perubahan yang baru saja diparafnya. "Saya tidak tahu apa isi anggaran yang saya paraf tadi. Sifatnya menjebak saya atau tidak saya juga tidak tahu. Karena saya tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan anggaran," tuturnya sambil menangis. 

"Jangankan pembahasan anggaran meletakkan dan mendudukan jabatan seseorang saja saya tidak pernah dikasih tahu," ungkap Agus Widayat yang membuat seluruh peserta yang hadir terdiam. 

"Saya Menjadi wakil itu hanya sebuah pelengkap semata. Bukan hanya saya saja, istri saya sebagai wakil ketua TPPKK Kota Dumai juga mendapatkan perlakuan yang sama, tidak pernah difungsikan sama sekali. Apakah ini yang namanya pasangan walikota dan wakil walikota," ungkap Agus Widayat seakan bertanya minta pendapat kepada peserta rapat paripurna.

Sebagai wakil walikota, Agus Widayat menegaskan dirinya berhak dilibatkan dalam setiap pengambilan kebijakan, dan ada pembagian tugas walikota dan wakil walikota seperti yang banyak dilakukan oleh pemerintah otonom lainnya di Indonesia. 
"Kalau tidak karena bapak Zainal Efendi dan Bapak Zainal Abidin, tidak akan saya paraf hasil laporan kerja banggar ini," ungkapnya.

Menyikapi isi curahan hati wakil walikota tersebut, Wakil Ketua DPRD Dumai, Zainal Abidin mengaku prihatin. Dia mengatakan, mungkin ini kasus pertama wakil kepala daerah menangis dalam forum rapat DPRD karena merasa ditinggalkan oleh pasangan padahal saat maju menjadi kepala dan wakil kepala daerah bertekat untuk bersama sama menjalankan pemerintahan.

"Seharusnya hal itu tidak terjadi, mengapa saya katakan demikian mereka inikan merupakan satu produk pemilihan kepala daerah. Yang namanya pasangan seharusnya saling bekerjasama untuk melengkapi kekurangan masing-masing," tegas Zainal Abidin.

Dikatakan Zainal Abidin, selama ini pihak legeslatif selalu dipersalahkan oleh masyarakat. Namun pada hari ini katanya, masyarakat tahu bahwa yang selama ini yang selalu menjadi permasalahan bukanlah lembaga legislatif melainkan pihak eksekutif itu sendiri. (sul)

 
| | | | | | | |
| Redaksi | Info Iklan |
Copyright 2012 DariRiau.Com, All Rights Reserved