| | | | | | | |
Senin, 23 Juni 2014  
DariRiau.com / Otonomi / Kementrian ESDM Hibahkan 2 Unit Mobil Damkar ke Pemko Pekanbaru

Kementrian ESDM Hibahkan 2 Unit Mobil Damkar ke Pemko Pekanbaru


Selasa, 17/06/2014 - 22:17:34 WIB
DARIRIAU.com - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akhirnya mendapat tambahan dua unit mobil pemadam kebakaran. Dua mobil tersebut diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang berasal dari hibah PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).

Satu unit mobil berukuran besar yang diserahkan mampu menyemprotkan air dengan daya jangkau sekitar 50 meter. Sementara satu unit lagi adalah mobil berukuran kecil. Kedua mobil itu sudah diremajakan dan diyakini bisa beroperasi cukup lama.

"Hibah ini membutuhkan proses yang cukup panjang. Karena harus melalui kementerian untuk selanjutnya diserahkan ke Pemko,” kata Walikota Pekanbaru, Firdaus MT kepada DariRiau, Selasa (17/6).

Dia mengakui, dua unit mobil ini menambah perangkat kerja di Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kota Pekanbaru. "Sehingga bisa mempercepat kinerja BPBPK dalam menanggulangi bencana kebakaran di Pekanbaru serta kawasan Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan (Pekan Sikawan)," jelasnya.

Dijelaskannya, dengan pertumbuhan Pekanbaru yang makin pesat, dalam waktu dekat akan bermunculan gedung-gedung yang ketinggiannya melebihi 10 lantai. Apalagi, dalam dua tahun terakhir, Pemko Pekanbaru sudah mengeluarkan izin pendirian gedung dengan ketinggian diatas 10 lantai di 40 titik. Baik untuk perkantoran, mall, apartemen dan sebagainya. Dalam dua tahun ke depan, diperkirakan 30 gedung diantaranya sudah mulai beroperasi.

"Dengan kondisi ini, tentu dibutuhkan mobil pemadam yang lebih representatif. Karena, jika terjadi kebakaran di gedung berlantai banyak dan memiliki basement, tentu penanganannya butuh perangkat yang baik dan canggih," terangnya.

Tak hanya itu, Firdaus juga meminta BPBPK membenahi personelnya. Personel harus mampu bergerak cepat ketika kebakaran terjadi. Personel damkar mesti mampu mengoperasionalkan perangkat-perangkat tersebut.

"Jumlah personel unit cepat pemadaman kebakaran saat ini masih sangat kurang. Dari segi keterampilan pun juga kurang. Karena itu sudah direncanakan penambahan personel dan pelatihan keterampilan," sebutnya.

Tahun ini, BPBPK Pekanbaru bersama Polda Riau juga tengah menyusun masterplan pembuatan tiga nomor telepon untuk pengaduan laporan tanggap darurat. Terkait program ini, Kota Pekanbaru termasuk pilot project.

"Nanti nomor tiga digit tersebut akan terintegrasi ke semua instansi terkait. Misalnya, kesehatan, BPBPK, TNI, Polisi  dan sebagainya. Diharapkan mulai tahun depan sudah dilakukan pengadaan perlengkapan serta menyediakan struktur organisasinya," katanya lagi. 

Sementara itu, GM Policy Government and Public Affairs CPI Rumbai, Sainur Arif menjelaskan dua unit mobil pemadam kebakaran ini adalah wujud dari keinginan perusahaan untuk selalu berkontribusi pada Pemko dan masyarakat. Karena itu kalau ada aset yang bisa diremajakan kembali, perusahaan siap menyerahkannya dalam bentuk hibah.

"Unit mobil pemadam kebakaran yang diberikan berdasarkan kesepakatan keduabelah pihak. Itupun berdasarkan pertemuan intens sejak 2013 lalu. Disamping penyerahan unit, juga ada pelatihan untuk pengoperasiannya. Kita siap menerima panggilan untuk membantu pemadaman kebakaran. Tidak sekedar di wilayah CPI, tapi juga di kawasan luar," tutupnya. (Kho)

(0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
| | | | | | | |
| Redaksi | Info Iklan |
Copyright 2012 DariRiau.Com, All Rights Reserved