DARIRIAU.com - Sejumlah Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Bengkalis Dapil Kecamatan Bukit Batu dan Siak Kecil, Jumat (3/1) melakukan aksi demo memprotes Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Bukit Batu. Aksi protes tersebut menyusul adanya tindakan sepihak yang dilakukan Panwascam mencobot sejumlah spanduk maupun baliho caleg yang tersebar di setiap desa.
Koordinator Caleg yang melakukan aksi tersebut, Martias,MS kepada
Wartawan menyebutkan bahwa pencopotan tersebut dilakukan sepihak oleh panwascam dengan bantuan satpol PP tanpa berkoordinasi secara komprehensif dengan para caleg maupun tim sukses masing-masing.
"Kalau memang aturannya demikian ya kita sebenarnya tidak keberatan tapi lakukan dengan cara yang santun bukan terkesan seperti merusak milik orang," geram Martias.
Dikatakan Martias selain mencopot paksa alat peraga kampanye para caleg, anehnya lagi Panwascam tidak mencopot baliho Partai Amanat Nasional (PAN) yang diketahui sebagai partai penguasa birokrasi Bengkalis.
"Ini jelas ada pilih kasih, semua spanduk partai lain dicopot, tapi
tidak dengan baliho partai PAN yang ada di setiap desa, dengan sengaja tidak dicopot Panwascam," protes Martias yang merupakan Caleg dari Partai NasDem no urut 1 ini.
Aksi protes yang dilakukan puluhan caleg tersebut berlanjut ke kantor
panwascam Bukit Batu yang kebetulan berlokasi di lantai 2 kantor camat Bukit Batu.
"Jangan karena istri camat Bukit Batu juga caleg nomor 1 di partai PAN membuat Panwascam loyo dan tak berani mencopotnya, Panwascam harus netral, untuk itu kita minta jangan lagi berkantor di kantor camat" kata Khairul Anwar caleg Hanura itu.
Setibanya di sekretariat Panwascam puluhan caleg tidak dapat menemui
ketua Panwascam Bukit Batu karena sedang berada di kota Bengkalis,
hanya dua orang staff panwascam yang terlihat,
Sementara itu Ketua Panwascam Bukit Batu Herman yang dihubungi melalui seluler untuk ditanyakan alasan baliho PAN tidak dicopot, Herman menjelaskan bahwa partai PAN telah mengajukan izin pemasangan.
"Mereka sudah mengajukan izin pemasangan dan juga surat izin dari
pemilik rumah tempat di pasangnya baliho," kilah Herman.
Namun pernyataan Herman spontan saja mendapat sambutan yang emosional dari para caleg dan pendukung masing-masing.
"Kalau begitu kami akan mengajukan surat izin sebanyak mungkin dan
kami pasang lagi baliho kami masing-masing nanti, Panwascam jangan
mengangkangi aturan," tandas Moel Kandiar Caleg PBB.
Puluhan caleg akhirnya membubarkan diri setelah tidak berhasil menemui ketua Panwascam Bukit Batu. (rdi)
(0) Komentar
|
[ Kirim Komentar ]
|