DARIRIAU.com - Belum kunjung pindahnya keberadaan dua pabrik karet di Pekanbaru terus mendapatkan komentar dari masyarakat sekitar yang merasa tergangu dengan pencemaran udara dari kedua aktivitas pabrik karet tersebut.
Dua pabrik karet yang berada di Jalan Nelayan, Kelurahan Sri Meranti, Rumbai dan Jalan Kereta Api, Marpoyan Damai, diminta untuk segera pindah karena berada di tengah pemukiman warga.
Walikota Pekanbaru H Firdaus ST MT, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (18/12) mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sudah melayangkan surat permintaan pindah kepada PT Fikri dan PT Bangkinang yang diberikan beberapa bulan yang lalu. Untuk itu, Wako menyebutkan jika keberadaan kedua pabrik tersebut tinggal menunggu waktu untuk pindah.
"Kita sudah surati PT Fikri dan PT Bangkinang untuk pindah, tinggal nunggu mereka pindah saja. Mungkin saat ini mereka sedang persiapan pindah, karena pindah itu butuh waktu," ungkap wako, usai meresmikan pencanangan pusat wisata Agro Kota Pekanbaru di daerah Palas.
Wako mengakui, hingga kini kedua pabrik tersebut masih memiliki izin operasional dari Pemko Pekanbaru. Namun, karena lokasi kedua pabrik itu dinilai sudah tidak cocok lantaran berada di tengah-tengah kota dan juga sudah membuat warga di kawasan pabrik tersebut mengeluh, makanya mau tidak mau kedua pabrik tersebut harus bersedia pindah dari lokasi saat ini.
"Memang kedua Pabrik itu masih memiliki izin, izinnya pun masih lama. Tapi meskipun ada izin, lokasi saat ini sudah tidak cocok, makanya kita minta mereka keluar dari kota," jelas wako.
Ditegaskan wako, jika kedua pabrik itu masih ingin beroperasi di Kota Pekanbaru, pemko hanya akan memberi izin pendirian pabrik karet itu di kawasan pinggiran atau perbatasan antara Pekanbaru dengan kabupaten tetangga.
"Informasi yang kita terima, untuk PT Bangkinang kabarnya sudah ada lokasi baru di Danau Bingkuang, Kampar. PT Fikri sendiri mungkin sedang mencari lokasi, di mana lokasi nanti, itu belum diketahui. Yang jelas keduanya harus pindah dari dalam kota," tegas wako. (lik)
(0) Komentar
|
[ Kirim Komentar ]
|