Pemotongan Gaji PNS untuk Zakat
Firdaus: SATMA PP Jangan Asal Ngomong
Otonomi -
Rabu, 20/11/2013 - 20:43:52 WIB
 |
Firdaus
|
TERKAIT:
DARIRIAU.com - Walikota Pekanbaru H Firdaus ST MT didemo puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SATMA PP) Kota Pekanbaru, terkait dengan pemotongan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.
Unjukrasa tersebut dilakukan terkait adanya pemotongan gaji PNS untuk zakat sebesar 2,5 persen dari gaji yang diterima oleh PNS.
"Kami menilai zakat adalah urusan pribadi bagi setiap PNS, namun Pemko Pekanbaru memotong gaji secara sepihak, tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu kepada guru-guru. Pemko juga bekerjasama dengan Badan Amil Zakat (BAZ), dan tanpa payung hukum yang jelas. Raperda mengenai BAZ yang diusulkan Pemko ke DPRD Kota Pekanbaru juga belum dibahas dan belum disepakati," kata Kordinator Lapangan Aksi, M Afith Abdallah saat menyampaikan orasi di depan Kantor Walikota Pekanbaru, Rabu (20/11).
Ditegaskan Afith, SATMA PP Kota Pekanbaru menyatakan sikap dan meminta kepada Kapolda Riau melalui Reskrimsus untuk mengusut pemotongan gaji PNS yang tidak ada dasar hukum yang kuat. Reskrimsus juga agar dapat menyampaikan kepada Walikota Pekanbaru untuk menghentikan pemotongan gaji PNS yang selama ini sudah berjalan. "Kami meminta agar pemotongan ini segera dihapuskan," singkatnya.
Sementara itu, Walikota Pekanbaru, H Firdaus ST MT saat dikonfirmasi langsung usai memimpin rapat Muspida di Aula kantor Walikota, menyebutkan jika aksi demo tersebut terlalu berlebihan. Wako juga sangat menyayangkan PNS yang merasa keberatan gajinya dipotong untuk biaya zakat.
"Bagi guru-guru yang keberatan mengeluarkan zakat infak ataupun sedekah, itu sudah sangat keterlaluan. Zakat itu bukan untuk orang lain, itu untuk mereka juga, sebagai tabungan di akhirat mereka. Saya kira ini satu-dua guru yang keberatan gajinya dipotong, bagi yang keberatan bisa ajukan surat langsung kepada saya," tegas Fidaus.
Wako berharap seharusnya SATMA PP menyuarakan aksi ini juga dilandasi dengan fakta yang jelas. Harus mengerti juga, jangan asal ngomong. Pemotongan seperti apa, pemotongan ini bukan untuk kepentingan dinas, tetapi mengajak kesadaran untuk umat muslim mengeluarkan kewajibannya yaitu zakat.
"Bagi yang non muslim, kalau mau sedekah silahkan, dan kalau tidak mau silahkan. Silahkan ajukan surat jangan ada pemotongan gaji untuk sedekah, boleh kok, ini tidak ada paksaan, ini hanya imbauan. Ini kita lihat juga kesadaran mereka untuk beribadah sosial," ujar Wako.
Wako juga menilai, kalau ada guru-guru seperti sudah sangat keterlaluan. Ada juga orang diajak masuk surga susah, dan tidak ada orang yang bersedekah itu miskin, justru dengan bersedekah bisa menambah rezeki.
"Itu janji Tuhan, apabila kita memberikan satu kebaikan, Tuhan akan membalasnya dengan 10 kali lipat kebaikan, bahkan sampai 700 kebaikan. Sekali lagi saya sampaikan, kalau guru-guru itu tak mau gajinya untuk sedekah, silahkan ajukan suratnya, gitu aja kok repot," kesal Wako. (jef)
(0) Komentar
|
[ Kirim Komentar ]
|