| | | | | | | |
Sabtu, 16 November 2013  
DariRiau.com / Otonomi / Ketua DPRD Minta Purwanto Dipecat

Ketua DPRD Minta Purwanto Dipecat

Otonomi -
Rabu, 13/11/2013 - 00:40:24 WIB

DARIRIAU.com - Berbagai laporan keluhan masyarakat maupun rekanan terhadap Purwanto yang merupakan salah satu Kabid di Dinas Pendidikan yang tidak pernah ngantor ternyata ditanggapi serius oleh Ketua DPRD Bengkalis, Jamal Abdillah.

Pasalnya, Purwanto yang juga merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di Dinas Pendidikan ini selalu mangkir dinas dan cendrung lebih suka berada diluar kota.

Sehingga banyak rekanan yang mengeluh karena tidak dapat melakukan  proses pencairan dana proyek karena sulitnya mendapatkan tanda tangan dari seorang Purwanto.

Hal tersebut ternyata ditanggapi serius oleh Ketua DPRD Bengkalis, Jamal Abdillah ketika ditemui wartawan, Selasa (12/11).

Selain itu, Jamal mengaku beberapa waktu lalu juga mendapat tembusan surat dari Gapensi Kab Bengkalis yang mengeluhkan kinerja Purwanto selaku KPA.

Menurutnya, surat yang ditujukan Gapensi kepada Bupati Bengkalis tersebut wajar saja dan sangat beralasan. Sehingga Gapensi meminta Bupati Bengkalis untuk segera menindak tegas perangai buruk Purwanto.

"Saya sudah lama mendengar berita tentang Purwanto ini. Kemarin saya juga dapat surat dari Gapensi Bengkalis yang mengeluhkan perangai buruk Purwanto. Kalau sudah begitu lebih baik bupati ambil tindakan
tegas, jika perlu dipecat," tegas Jamal.

Lanjut Jamal, hal tersebut dirasanya perlu karena mengingat banyaknya kepentingan yang diabaikan Purwanto sebagai pejabat publik yang seharusnya memberikan pelayanan semaksimal mungkin kepada masyarakat.

"Dia (Purwanto,red) seharusnya memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, tetapi kenapa lebih memilih tidak masuk kantor dan terus berada di Pekanbaru? Banyak tugas yang harus dikerjakannya disini yang telah diabaikannya," terang Ketua DPRD Bengkalis ini.

Sementara itu, ditambahkan Dakeslim selaku pengurus Gapensi Bengkalis, selain keluhan terhadap Purwanto, rekanan juga mengeluhkan pungli yang dilakukan oleh staffnya. Terhadap rekanan, staffnya meminta sejumlah uang untuk mendapatkan tanda tangan Purwanto guna mempermudah urusan
pencairan dana proyek.

"Laporan dari seluruh anggota, selain permasalahan Purwanto rekanan juga mengeluhkan pungli yang dilakukan staffnya terhadap rekanan untuk mendapatkan tanda tangan Purwanto yang hingga kini berada di Pekanbaru," ungkpa pria yang akrab disapa Ikes. (har)

(121) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
| | | | | | | |
| Redaksi | Info Iklan |
Copyright 2012 DariRiau.Com, All Rights Reserved