| | | | | | | |
Jum'at, 04 Oktober 2013  
DariRiau.com / Otonomi / Jumat, Penerimaan CPNS

Pelalawan Menunda
Jumat, Penerimaan CPNS

Otonomi - Jefry
Rabu, 25/09/2013 - 22:42:57 WIB

DARIRIAU.com - Sempat tertunda, akhirnya Penerimaan CPNS di Riau diumumkan juga. Namun sayang hanya enam daerah saja yang membuka 'lowongan' abdi negara tersebut.

Jika sebelumnya terdapat tujuh daerah Kabupaten/Kota di Riau yang akan melakukan seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2013, jumlah itu bakalan berkurang karena Kabupaten Pelalawan menyatakan menunda jadwal penerimaan CPNS di daerah itu. Belum diketahui sampai kapan penundaan untuk daerah Pelalawan tersebut dilakukan.

Kepastian penerimaan seleksi CPNS itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian daerah (BKD) Riau Surya Maulana, usai melakukan rapat teknis penerimaan CPNS Kabupaten/Kota di Provinsi Riau, Rabu (25/9) di ruang rapat BKD Riau.

"Ya, dari hasil rapat kita tadi Kabupaten Pelalawan menyatakan menunda proses penerimaan CPNS tahun ini, alasaan mereka, mereka belum siap, bahasanya memang menunda, kita memang tidak bisa memaksa mereka untuk melakukan proses sama dengan daerah Kabupaten/Kota lainnya yang telah disepakati pada tanggal 27 September hingga 4 Oktober 2013," jelas Surya kepada wartawan, usai rapat.

Dengan demikian, jumlah CPNS yang akan diterima akan berkurang dari sebelumnya sebanyak 1.144 menjadi 960, karena kuota untuk Kabupaten Pelalawan sebanyak 184 orang. Enam Kabupaten/Kota lainnya yang akan menerima adalah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sebanyak 50 orang, Siak 175 orang, Kuantan Singingi (Kuansing) 93 orang, Rokan Hilir (Rohil) 217 orang, Kepulauan Meranti 395 orang, dan Kota Pekanbaru 30 orang.

Dengan rincian, di Inhil untuk tenaga pendidik 27 orang, tenaga kesehatan 18 orang dan tenaga teknis sebanyak 5 orang. Untuk Kabupaten Siak, tenaga pendidik akan diterima sebanyak 88 orang, tenaga kesehatan 67 orang dan tenaga teknis 20 orang.

Daerah Kuansing untuk tenaga pendidik 51 orang, tenaga kesehatan 32 orang dan tenaga teknis 10 orang. Kabupaten Rohil penerimaan untuk tenaga pendidik 87 orang, tenaga kesehatan 65 orang dan tenaga teknis 65 orang. Sedangkan Kabupaten Kepulauan Meranti secara keseluruhanya untuk tenaga teknis 65 orang. "Dan Kota Pekanbaru hanya untuk 30 tenaga pendidik," urai Surya.

Sementara itu, keluarnya Pelalawan, tidak bisa dialihkan kepada daerah lainnya, karena menurut Surya proses penetapan kuota penerimaan CPNS itu sudah berjalan lama, dan tidak mungkin diusulkan lagi untuk daerah pengganti.

"Untuk Ujian akan diadakan serentak tanggal 3 November mendatang, ini se Indonesia, jadi adanya seseorang ikut ujian didua tempat, itu sangat tidak mungkin," katanya.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau tersebut menambahkan, terdapat perubahan mendasar pada penerimaan CPNS tahun ini, dimana penerimaan CPNS itu sudah terpusat pada suatu sistem yang dibawahi oleh suatu konsorsium yang terdapat di dalamnya 9 lembaga yang mengawasi, yakni Menpan, Perguruan tinggi, KPK, LSM, ICW dan lainnya, ini telah diberlakukan pada penerimaan Praja IPDN tahun ini.

"Jadi jika ada yang mengatakan bisa membantu meluluskan menjadi CPNS dengan iming-iming pemberian sejumlah uang, kita himbau untuk tidak mempercayai hal itu, karena itu tidak mungkin berlaku, berbagai pihak mengawasi seleksi penerimaan CPNS ini," tegas Surya.

Ditanya mengenai persyarakat penggunaan KTP nasional, Surya menegaskan bahwa persyaratan itu sudah menjadi ketetapan pusat, dan harus diikuti, namun untuk teknis persyaratan penerimaan itu yang berwenang adalah Kabupaten/kota karena sudah daerah otonom.

"Hanya saja kita mengingatkan kepada daerah untuk tidak melakukan diskriminatif dalam penerimaan CPNS ini, darimanapun asal daerah pelamar, suku apapun, dari agama manapun, ini kita tekankan tidak boleh dilakukan, karena jika ini terjadi namanyakan sudah membatasi hak seseorang," pungkasnya.

Putra Daerah Prioritas
Sementara itu, meski BKD Riau mengingatkan daerah untuk tidak diskriminatif terhadap peserta seleksi CPNS, termasuk pelamar dari luar daerah, namun demikian Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) tetap akan memperjuangkan masyarakat yang memiliki KTP daerah sebagai prioritas utama dalam seleksi penerimaan CPNS tahun ini. Hal ini dilakukan Pemkab untuk memperjuangkan putra daerah, disamping juga mengantisipasi melonjaknya jumlah peserta seleksi.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Rohil, Roy Azlan mengatakan dengan penerapan e-KTP saat ini sangat memungkinkan warga dari luar untuk melamar sebagai CPNS karena e-KTP bersifat nasional. Dengan demikian dikawatirkan putra daerah akan memiliki saingan yang berat untuk lulus tes CPNS.

"Jika sudah mengunakan KTP nasional, maka otomatis daerah lain akan banyak melamar, kalau sudah banyak melamar tempat yang disediakan untuk melakukan tes tidak akan ada. untuk tes CPNS tahun lalu saja sudah susah kita mencari tepat, apa lagi di Rohil ini tempat melakukan tes CPNS sangat tebatas,"ungkap Roy Azlan.

Sementara untuk jumlah formasi Rohil saat ini, lanjutnya telah disetujui Kementerian PAN-RB untuk Kabupaten Rohil penerimaan CPNS sebanyak 217 orang. Formasi penerimaan CPNS tersebut 40 persen tenaga guru atau pendidikan, 30 persen tenaga medis atau kesehatan dan tenaga teknis sebanyak 30 persen. "Alhamdulliah Rohil terbilang Kabupaten yang jumlah perekrutan CPNS paling terbesar sesudah Kabupaten Meranti. Hal ini semua sudah melalui proses,Jadi tidak ada persoalan lagi,kata Roy mengakhiri.
(jef/ris)

(1496) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
| | | | | | | |
| Redaksi | Info Iklan |
Copyright 2012 DariRiau.Com, All Rights Reserved