Jalur Mudik di Riau Masih ada yang Rusak. Ini Lokasinya
DARIRIAU.com - Hasil pantauan Dinas Perhubungan Provinsi Riau empat jalan masuk Riau yang menjadi jalur mudik terdapat sejumlah titik rawan kecelakaan lalulintas.
Ada pun keempat jalur mudik itu berjumlah 36 titik rawan. Diantaranya Lintas Utara memiliki 9 titik rawan, lintas timur sebanyak 10 titik, lintas barat sebanyak 9 titik, dan lintas selatan sebanyak 8 titik.
Titik rawan di lintas timur antara lain terdapat di Km 45 Minas, Km 51, Km 107-108, Km 113-118 Kandis, Km 42 dari arah Baganbatu, Km 7 Lintas Simpang Pujud dari arah Baganbatu, Simpang Solah Sedinginan, Km 156-158 Simpang Bangko, dan Jalan Sudirman Desa Barang Duku.
Untuk lintas timur, titik rawannya terdapat di Km 52, Km 104-105, Km 113-115, Km 146, Km 148 hingga Km 172, Km 171 hingga Km 214, Km 226, Batu Ampar, Simpang Makam Panglawan, Jalan Gerilya Tembilahan, dan Km 25 Belilas.
Sementara itu untuk lintas barat, seperti dilansir goriau, terdapat di Km 26-30 Jalan Garuda Sakti, Km 28, Km 99, Km 109 Kelok Indah, Km 96-99 berupa jalan dalam perbaikan atau di-rigid, Km 26 Pasar Kabun, Km 29 dan di desa Suram berupa jalan berlubang.
Sedangkan untuk Lintas Selatan terdapat di Perhentian Raya, Km 27 Desa Perhentian raja, Km 42 Silmaliyang, Simpang Koran, Desa Koto Sentajo, Desa Sako Simpang RAPP, Km 100 hingga Km 158 Airmolek ke Telukuantan, dan Simpang Sungai Rumbio.
Terkait hal tersebut, Plt Gubri Ir H Arsyadjuliandi Rachman menilai akses jalan yang rusak tersebut sebagian besar termasuk dalam akses jalan nasional. Untuk itu, instansi teknis di Pemprov Riau bersama Mapolda berharap kepada pihak terkait dari Kementrian PU untuk mendapatkan solusi terbaik.
"Tentunya kita inventarisir. Ada banyak titik rawan untuk arus mudik tahun ini di Riau, tapi kita pelajari dan ternyata seluruhnya masuk jalan nasional. Jadi koordinasi bersama Satker APBN terus dilakukan oleh Bina Marga dan pihak-pihak terkait," urainya.
Ia juga mengimbau instansi terkait seperti Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan untuk menggiatkan koordinasi. Sehingga titik-titik rawan dapat terpetakan dan dapat dilakukan penanganan secara cepat dan tanggap. (dr2)