DARIRIAU.com - Pakar training dan pelatih persiapan tenaga kerja ke Jepang Katsujiro Ueno memberi motovasi kepada siswa di SMK Kansai Pekanbaru, Rabu (10/6). Kedatangan Katsujiro ke SMK Kansai ini memberikan pandangan pendidikan di Jepang dengan pendidikan yang ada di Indonesia
Di hadapan siswa SMK Kansai, Katsujiro memberi pandangan bahwa pendidikan di Indonesia pada umumnya memberikan informasi pengetahuan dan teknologi guna mempersiapkan diri untuk kehidupannya. Sedangkan pendidikan di negara Jepang lebih mengarah kepada pembentukan karakter, watak dalam diri manusia.
"Jika semua karakter sudah terbentuk dengan baik dan sempurna, maka segala bentuk ilmu pengetahuan mudah terserap dengan sendirinya. Jadi pembentukan karakter dan watak itu yang penting dalam pendidikan manusia," kata Katsujiri Ueno dalam pemaparan dihadapan siswa SMK Kansai.
Selain perbedaan pandangan pendidikan, Katsujiro mengupas masalah kebiasan masyarakat Jepang yang suka membaca buku. Kapan dan dimana saja, masayarakat Jepang itu selalu membaca buku. Dari buku segala sumber ilmu pengetahuan dan informasi. Membaca buku ini harus dijadikan kebiasaan bagi siswa. Sebab, kalau sudah terbiasa membaca buku, segala informasi dan teknologi pasti cepat diketahui.
"Sekarang ini, kebiasan membaca buku yang kurang tertanam didalam jiwa siswa kita. Berbeda dengan siswa di Jepang, membaca buku sudah menjadi kebiasaan hidup. Bahkan kalau mencari jodoh atau pacaran muda mudi Jepang selalu menanyakan apakah pasangannya suka membaca atau tidak,J kata Katsujiro yang disambut tawa siswa SMK Kansai.
Kata Katsujiro, dalam membangun dunia pendidikan, yang terpenting bagaimana guru bisa mentransferkan ilmu kepada siswa. Mentransferkan jangan hanya menyuruh siswa membaca buku melaikan guru harus terlebih dahulu yang membaca dan mengerti materi yang akan disampaikan kepada siswa. "Jangan biasakan menyuruh siswa untuk membaca buku, tapi bagaimana materi bisa terserap oleh siswa," kata Dia.
Di Jepang, pendidikan selalu dikembangkan. Sumber ide itu, didapat dari membaca buku. Sehingga apapun yang dihasilkan di Jepang, baik produk automotif, robot dan lain lain, memiliki kualitas yang tinggi.
Disini Ueno juga bertanya, apakah calon pekerja dari SMK Kansai ini mau bekerja atau memperkerjakan orang setelah lulus sekolah. Menurutnya hidup itu pilihan, maka langkah seseorang harus ditentukan oleh dirinya sendiri, mau bekerja atau memperkerjakan orang lain.
"Hidup itu pilihan. Apakah pilihan mau bekerja atau memperkerjakan orang lain. Segala sesuatu dalam hidup ini harus diputuskan dengan baik. Supaya hidup kita berguna bagi nusa dan bangsa," ujar Ueno.(fad)