| | | | | | | |
Jum'at, 29 Mei 2015  
DariRiau.com / Nasional / Kapolri: Jangan Resah, Tak Ada Beras Plastik

Plastik Lebih Mahal dari Beras
Kapolri: Jangan Resah, Tak Ada Beras Plastik


Selasa, 26/05/2015 - 17:54:52 WIB
DARIRIAU.com - Polri telah melakukan penelitian terhadap sampel beras yang disebut-sebut mengandung plastik. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menegaskan bahwa tak ada unsur plastik dalam sampel yang diteliti.

"Kami simpulkan bahwa beras yang diduga plastik tidak ada. Kami imbau kepada masyarakat untuk tak resah. Silakan lakukan pengecekan. Ini yang harus saya sampaikan mudah-mudahan ini beri penjelasan," kata Badrodin dalam jumpa pers di Kantor Presiden Kompleks Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (26/5).

Dia menjelaskan alur waktu mencuatnya isu beras plastik yang pertama kali berembus di media sosial. Saat itu ada seorang warga Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat membeli beras dan terasa berbeda saat dimasak.

"Ibu Dewi kemudian mem-posting di media sosial setelah merasakan beras yang dimasak seperti basi. Kemudian dia kirim laporan ke email BPOM tapi sepertinya alamatnya salah, sehingga dia lapor ke Polsek Bantargebang," ujar Kapolri.

Dewi kemudian diperiksa terkait laporan tersebut dan segera diambil sampel beras yang masih mentah dan sudah dimasak. Sampel itu kemudian diambil oleh laboratorium Sucofindo, Forensik Polri, Disperindag, dan Kementan.

"Dari hasil Sucofindo hasilnya positif sehingga ditemukan adanya plastik sehingga Wali Kota Bekasi saat itu langsung mengeluarkan pernyataan bahwa ada beras plastik," kata Badrodin.

"Tapi hasil yang muncul di laboratorium forensik, Disperindag, BPOM, dan Kementan rupanya negatif," lanjut dia.

Oleh karena itu, Polri langsung meminta sampel yang diteliti Sucofindo untuk diteliti kembali di laboratorium forensik. Tetapi hasilnya tetap negatif. "Sehingga tak ada beras plastik," sebut Badrodin.

Plastik Lebih Mahal dari Beras
Sementara itu Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengaku masih menunggu hasil laboratorium beras diduga campur plastik. Meski begitu, menurut Amran tidak ada hal yang menguntungkan dari pencampuran itu. 

"Harga plastik jauh lebih tinggi dari harga beras. Harga plastik Rp 12.000 per kg, harga beras Rp 7000-8000 per kg. Tidak mungkin untuk dikomersilkan," kata Amran kepada wartawan usai raker dengan Komisi IV di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (26/5). 

Menurut Amran, kalau memang tujuannya adalah komersil, seharusnya oknum-oknum tersebut langsung menjual plastiknya. Dia menganggap tak ada keuntungan dari pencampuran beras dan plastik. "Kalau mau dikomersilkan ya langsung saja jual plastiknya, tidak usah campur beras. Ini kan merugikan mereka kalau mau dicampur ke beras," ucapnya. 

Di tengah isu beras campur plastik, Amran memastikan stok beras aman hingga lebaran. Dia pun meminta masyarakat tak perlu resah. "Panen kita Januari sampai April itu jumlahnya 32 juta ton, ekivalen dengan 20 juta ton beras. Itu konsumsi kita per bulan 22,5 juta - 26 juta berarti setara 6-7 bulan ke depan. Sampai lebaran aman," tegasnya. 

Mentan dengan berbagai pihak sudah melakukan sidak ke beberapa daerah di antaranya Cibinong dan Depok. Di sana, Mentan tidak menemukan beras campur plastik sehingga masyarakat diminta tetap tenang. 

"Masyarakat Indonesia tenang saja, saya yakin ini terjadi pada tempat yang tidak menyebar luas, kalaupun ada. Aman. Kami minta masyarakat cinta produk dalam negeri," tutup Amran. (drc/detik.com)





Komentar Anda :



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright © PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved - (2012-2015)