Ketua KONI Pusat Tono Suratman berharap Ketua Persatuan Squash Indonesia (PSI) Alfitra Salamm bisa menyiapkan atlet agar mampu bersaing dengan atlet Malaysia di iven Sea Games Singapura 29 Mei-15 Juni 2015 mendatang.">
| | | | | | | |
Kamis, 23 April 2015  
DariRiau.com / Olahraga / Ketum KONI Lantik Alfitra Salamm

Squash Targetkan Perak di Sea Games
Ketum KONI Lantik Alfitra Salamm


Kamis, 16/04/2015 - 22:19:11 WIB
DARIRIAU.com - Ketua KONI Pusat Tono Suratman berharap Ketua Persatuan Squash Indonesia (PSI) Alfitra Salamm bisa menyiapkan atlet agar mampu bersaing dengan atlet Malaysia di iven Sea Games Singapura 29 Mei-15 Juni 2015 mendatang.

"Meski tak ringan, saingan berat kita Malaysia. Semoga kontingen Indonesia bisa memperbaiki peringkat lebih baik lagi dari Sea Games sebelumnya," ujar Tono Suratman usai melantik Alfitra Salamm sebagai Ketum PSI periode 2015-2010 di gedung KONI Jakarta, Kamis (16/4).

Untuk lebih memacu lagi prestasi squash Indonesia, Tono berharap Alfitra Salam bisa menggalakkan olahraga squash di sekolah-sekolah. Pasalnya untuk menggali atlet Squash sejatinya tidak terlalu sulit mengingat pada dasarnya atlet squash dan tennis memiliki pegangan sama raket.

Alfitra Salamm yang kini menjadi Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Alfitra Salamm terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Squash Indonesia (PB PSI) periode 2015-2019 dalam Musyawarah Nasional di Gedung Komite Olimpiade Indonesia, Jakarta, Sabtu (17/1).

Sementara Alfitra Salamm tak mengelak rival berat atlet Squash Indonesia dalam Sea Games hanya dua negara Singapura dan Malaysia. "Kedua negara itu atlet-atletnya juara dunia. Target kami yang realistis cukup perak saja," ujarnya.

Namun sebelum berlaga di Singapura, pihaknya akan mengirimkan atlet Squash Indonesia untuk try out ke Bangkok dan Hongkong. "Itu program jangka pendek akan PSI, akan kirim atlet try out sebelum terjun di Sea Games," katanya.

Alfitra menyatakan program utamanya adalah fokus pada pembinaan di tingkat usia dini, dengan masuk dalam rantai pembinaan. Solusinya yakni dengan mengembangkan Squash di daerah yakni melibatkan kampus atau perguruan tinggi dan sekolah-sekolah baik di SD, SMP maupun SMU. 

"Jika di setiap kampus ada pembinaan squash niscaya Pengprov juga akan terbentuk secara otomatis. Ya idealnya kita hadir dan ada di seluruh Provinsi," katanya.

Program berikutnya, untuk menyebarluaskan olahraga Squash, pihaknya juga akan melakukan pengembangan infrastruktur secara bertahap dengan bekerjasama asosiasi mall, persatuan hotel dan maupun kampus di seluruh provinsi Indonesia.

"Tiga asosiasi itu kami targetkan untuk penyebaran dan kampanye besar-besaran agar olahraga Squash dikenal yang murah itu lebih dikenal dan disukai masyarakat Indonesia utamanya di kalangan remaja," katanya seraya juga akan memberikan program secara kontinyu memberikan pelatihan kepada pelatih-pelatih Squash di Indonesia. (gsu)



| | | | | | | |
Redaksi
Copyright 2012-2015
PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved