DARIRIAU.com - Dari 5 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Riau yang ditunjuk oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan RI melalui Pusat Penilaian Pendidikan, SMK Labor Pekanbaru salah sekolah yang paling siap untuk melaksanakan Ujian Nasional (UN) mengunakan Computer Based Testing (CBT) April 2015 ini.
Kepastian kesiapan SMK Labor ini diutarakan Kepala SMK Laboar Pekanbrau Drs. Hendripides MSi, kepada wartawan, Kamis (5/2) dikantornya. "Kita siap melaksanakan ujian nasional dengan komputer. Baik dari segi sarana prasarana, siswa dan guru. Semuanya kita sudah siap,” kata Hendripides.
Dijelaskannya, pada pelaksanaan UN April ini, jumlah siswa SMK Labor yang akan ikut sebayak 145 orang. Sedangkan jumlah komputer yang dimiliki SMK Labor sebanyak 197 unit komputer. Ini artinya dari segi jumlah komputer jauh lebih banyak dari jumlah peserta ujian. Sementara bagi sekolah yang ditunjuk untuk UN mengunakan CBT hanya 1 : 3.
"Artinya satu komputer untuk tiga orang siswa. Misalnya, kalau jumlah siswa 120 peserta maka sekolah tersebut harus menyediakan 40 komputer. Sementara SMK Labor sendiri jumlah komputer sudah berlebih dengan jumlah peserta ujian 145 dan jumlah komputer 197 unit," jelasnya.
Begitu juga dengan server yang dimiliki SMK Labor sudah melebihi kapasitas yang ditentukan oleh Kementerian. "Oleh karena itu, apa yang dipercayakan oleh pusat akan kita jalankan. Karena bagaimanapun Kementerian sudah mengaji sekolah mana man yang dinilai layak untuk ujian nasional mengunakan CBT," sebut Dia.
Menurut Hendripdes, penggunakan sistem CBT dalam pelaksanaan ujian nasional pada April ini sebagai upaya untuk menganti sistem yang sebelumnya yakni menggunakan Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN).
"CBT ini diharapkan akan menghasilkan UN yang berkualitas. Namun perlu juga didukung oleh sarana yang lengkap mulai dari komputer, listrik, siswa dan guru. Komponen ini tidak bisa dipisahkan. Kalua pemerintah ingin mengunakan CBT , komponen ini harus dipenuhi dahulu," terang Hendripides.
Sementara itu, SMKN 1 Pekanbaru yang juga ditunjuk untuk melaksanakan UN dengan komputer mengaku belum bisa memberi tanggapan yang pasti. "Memang kita ditunjuk oleh kementerian untuk UN dengan komputer, tapi kami belum bisa menyanggupi karena harus diuji petik dulu," kata Kepala SMKN 1 Pekanbaru Geni Wilyarti melalui telepon selulernya. (fad)