| | | | | | | |
Sabtu, 07 Februari 2015  
DariRiau.com / Budaya / Pemkab Kampar Gesa Ranperda Cagar Budaya

Pemkab Kampar Gesa Ranperda Cagar Budaya


Minggu, 01/02/2015 - 18:26:49 WIB
DARIRIAU.com - Mengingat pentingnya revitalisasi Cagar Budaya Candi Muara Takus, maka pemerintah Kabupaten Kampar menggesa penyusunan dan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengelolaan Benda Cagar Budaya Kabupaten Kampar. 

Pemkab sudah membentuk Tim revitalisasi cagar budaya Candi Muara Takus, yang bertugas menyusun ranperda tentang Pengelolaan benda cagar budaya Kabupaten Kampar tersebut.

Untuk kesempurnaan ranperda tersebut, maka tim revitalisasi cagar budaya Candi Muara Takus, berkunjung dan berkonsultasi dengan Kantor Balai Pengelolaan Cagar Budaya (BPCB) Batu Sangkar. Hal ini dilakukan karena mengingat selama ini pengelolaan Candi Muara Takus berada di bawah BPCB Batu Sangkar sesuai dengan UU RI Nomor 5 tahun 2010 tentang cagar budaya.

Tim berkunjung ke BPCB selama tiga hari, 29-31 Januari 2015. Tim yang datang tersebut dipimpin Ketua Tim, Nukman Hakim, SH bersama Sekretaris Tim Heri Afrizon, dan sejumlah anggota tim, Ali Zabar, Zulfahmi, Syamsul Bahri, HM Nur, dan Suhermi. Kedatangan tim diterima oleh Kepala Kantor Balai Pengelolaan Cagar Budaya Fitra beserta staf ahli dan pejabat dilingkungan BPCB.

Dalam pertemuan tersebut, Tim menyampaikan draf ranperda tentang Pengelolaan benda cagar budaya Kabupaten Kampar. Juga disampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Riau sudah menganggarkan di APBD Provinsi Riau tahun 2015 untuk peningkatan sarana dan prasarana candi Muara Takus sebesar Rp16,9 Miliar.

Kendalanya saat ini adalah persoalan lahan dan zona. Pasalnya saat ini, sudah banyak lahan di sekitar kawasan Candi Muara Takus yang dikuasai masyarakat. Kemudian juga ada lahan yang sudah diganti rugi PLTA Koto Panjang.

Mengenai zona di kawasan cagar budaya ini, dikenal ada zona inti, zona pengembangan dan zona penyangga. Zona ini harus jelas sehingga  mudah dalam membangun dan tahu zona mana saja yang bisa di bangun pemerintah daerah.

Kemudian tim juga menyampaikan mengingat wilayah kerja Balai Pengelolaan Cagar Budaya Batu Sangkar sangat luas meliputi empat Provinsi, Sumbar, Jambi, Riau dan Kepri, maka Pemerintah Kabupaten Kampar berkeinginan untuk membangun balai pengelolaan cagar budaya di Kabupaten Kampar yang nantinya, tidak saja mengelolah cagar budaya candi Muara Takus tapi seluruh cagar budaya di Kabupaten Kampar dan Kepri. "Untuk itulah perlunya sebuah perda yang mengatur tentang hal itu," ujar Ketua Tim Nukman Hakim.

Kepala BPCB Batu Sangkar Fitra menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pemprov Riau yang telah menganggarkan dana yang cukup besar untuk pembangunan kawasan Candi Muara Takus dan mendukung apa yang dilakukan pemerintah Provinsi Riau dan Kabupaten Kampar. Pasalnya selama ini pihaknya terkesan jalan sendiri dalam mengelolah cagar budaya.

Mengenai Draf Ranperda itu, Fitra juga menyarankan diikuti dengan kajian akademis. Pihak Balai juga memberikan berbagai masukan tentang draf ranperda ini.

BPCB Batu Sangkar pada dasarnya juga tidak keberatan dibentuknya Balai pengelolaan Cagar Budaya di Kampar sepanjang tidak bertentangan dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Bahkan pihak BPCB Batu Sangkar merasa ringan kerjanya kalau dibantu oleh pemerintah daerah.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut akan dilakukan pertemuan yang lebih komplek antara Balai Pengelolaan Cagar Budaya Batu Sangkar, Pemerintah Kabupaten Kampar, Pemerintah Provinsi Riau dan pemerintah pusat dalam hal ini Dirjen Kebudayaan. "Kita undang Dirjen nanti, dan kita bahas ini lebih komplek," ujar Fitra.

Ketua Tim Revitalisasi cagar budaya candi Muara Takus Nukman Hakim, melalui Sekretaris tim Heri Afrizon didampingi Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kampar HM Nur, MM kepada wartawan, Minggu (1/2) menyampaikan bahwa tim pekan ini  akan membahas rencana pertemuan dengan Dirjen Kebudayaan tersebut. "Sebelum pertemuan dengan Dirjen, Tim akan rapat terkait pembahasan ranperda dan revitalisasi candi Muara Takus tersebut," ujar Heri Afrizon. (ir)

 
| | | | | | | |
Redaksi
Copyright 2012-2015
PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved