DARIRIAU.com -Sampai dengan 30 September 2014 lalu, sejumlah sektor pendapatan asli daerah (PAD) melampaui target dari yang telah ditetapkan, khususnya pada 12 jenis pajak daerah. Demikian juga halnya dengan pendapatan dari retribusi ada mengalami peningkatan cukup signifikan.
Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Bengkalis melalui Kepala Bidang Penerimaan Pajak dan Non Pajak Achyan SE, akhir pekan lalu memaparkan ada kenaikan signifikan dan memuaskan dari sejumlah sektor yang menjadi sumber pendapatan pajak daerah dan pendapatan dari sektor retribusi daerah. Meskipun ada PAD yang sampai September masih jauh dari target, khususnya dari sektor retribusi jasa umum.
"Di antara sektor pajak daerah yang melebihi target antara lain Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Penerangan Jalan PLN, Pajak Restoran dan Rumah Makan, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pendapatan dari sektor parkir. Malahan ada PAD dari pajak daerah dan retribusi daerah yang sudah melampaui 100 persen," papar Achyan di ruang kerjanya.
Dari sektor PAD Pajak Daerah untuk BPHTB dari target awal hanya Rp 6 milyar pertahun, sampai dengan 30 September mencapai Rp 34 milyar. Kemudian pajak penerangan jalan PLN dari target Rp 8,3 milyar sudah terealisasi Rp 7,6 milyar atau mencapai 90 persen dan sampai per-31 Desember tahun ini bisa menembus 100 persen bahkan melebihi. PAD dari pajak restoran dan rumah makan dari target Rp 5,2 milyar sudah terpenuhi Rp 4,07 milyar (78,5 persen) dan Dispenda optimis target Rp 5,2 milyar terpenuhi pada akhir tahun anggaran.
Selanjutnya ujar Achyan, dari sektor PBB dengan target Rp 7 milyar didapat Rp 6,2 milyar (84 persen) kemudian dari sektor parkir target Rp 180 juta ternyata melebihi target yaitu Rp 191 juta atau sekitar (109 persen).
Sedangkan dari retribusi daerah untuk jasa umum pelayanan kesehatan dari target Rp 32 milyar sampai 30 September 2014 diperoleh PAD Rp 36 milyar (115 persen), pengendalian menara telekomunikasi target Rp 33 juta terpenuhi Rp 38 juta dan pengujian kendaraan bermotor dari target Rp 1,2 milyar diperoleh Rp 1 milyar (90 persen).
"Soal PAD dari pajak daerah dan retribusi umum baik jasa pelayanan, kita optmis target yang ditetapkan bakal terpenuhi pada akhir tahun ini. Hal itu dikarenakan proses pengutipan pajak dan retribusi masih terus berlangsung sampai tutup baku tahun anggaran, dan biasanya setiap tahun perolehan pertriwulan selalu menunjukan grafik peningkatan, sehingga target PAD tahun 2014 ini bisa tercapai secara keseluruhan," tambah Achyan menerangkan.(rdi)