DARIRIAU.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Riau mencatat nilai impor Riau bulan September 2014 mencapai US$ 222,25 juta atau naik sebesar 112,74 persen dibanding impor Agustus 2014 yang mencapai US$ 104,47 juta.
"Secara komulatif, nilai impor Januari-September 2014 sebesar US$ 1,34 miliar atau turun 2,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2013 sebesar US$ 1,38 miliar," ujar Kepala BPS Riau, Mawardi Arsyad baru-baru ini.
Impor migas bulan September 2014 mencapai US$ 44,61 juta atau naik 501,76 persen dibanding impor bulan Agustus 2014 yang besarnya US$ 7,41 juta, sedangkan impor migas Januari-September 2014 sebesar US$ 214,45 juta atau turun sebesar 32,09 persen dibandingkan dengan Januari-September 2013 yang besarnya US$ 315,76 juta.
Impor non migas September 2014 mencapai US$ 177,64 juta atau naik 83,02 persen dibanding impor bulan Agustus 2014 yang besarnya US$ 97,06 juta. Sedangkan Impor non migas Januari-September 2014 mengalami kenaikan sebesar 6,54 persen, dari US$ 1,06 miliar menjadi US$ 1,13 miliar.
Pada Januari-September 2014, impor non migas didominir oleh Mesin-mesin/Pesawat Mekanik sebesar US$ 375,37 juta (33,19 persen), diikuti Pupuk US$ 248,71 juta (21,99 persen), Kapal Terbang dan Bagiannya US$ 74,26 juta (6,57 persen), dan Bubur Kayu (Pulp) US$ 68,80 juta (6,08 persen) dengan kontribusi keempatnya mencapai 67,83 persen.
Impor non migas selama Januari-September 2014 dari Tiongkok mencapai angka terbesar yaitu US$ 296,26 juta (26,19 persen), diikuti Kanada US$ 186,60 juta (16,50 persen), Malaysia US$ 136,05 juta (12,03 persen), Brazil US$ 71,52 juta (6,32 persen), dan Amerika Serikat US$ 51,34 juta (4,54 persen), dengan kontribusi kelimanya mencapai 65,58 persen terhadap keseluruhan impor non migas.
Menurut golongan penggunaan selama Januari-September 2014 impor barang konsumsi sebesar US$ 138,72 juta, bahan baku/penolong US$ 892,48 juta, dan barang modal US$ 314,24 juta. Impor barang konsumsi turun 33,48 persen, sedangkan impor bahan baku/penolong, dan barang modal naik masing-masing 0,68 persen dan 11,29 persen.(jef)