| | | | | | | |
Rabu, 29 Oktober 2014  
DariRiau.com / Budaya / Budayawan Tenas Effendy Ingatkan Pembuat Pantun

Budayawan Tenas Effendy Ingatkan Pembuat Pantun


Jumat, 24/10/2014 - 09:35:22 WIB
DARIRIAU.com - Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau H Tenas Effendy mengingatkan para tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk tidak asal-asalan mengajarkan Pantun kepada anak didik.

Hal itu disampaikan Tennas di hadapan para guru PAUD se Riau dalam acara sosialisasi pembelajaran PAUD berbasis Melayu se Provinsi Riau, di hotel Furaya Pekanbaru, Kamis (23/10) malam.

Dia menjelaskan, dalam sebuah Pantun terdapat dua bagian yakni sampiran dan isi, untuk sampiran itu harus mencerminkan sesuatu yang bisa dicerna atau merupakan bagian yang sebenarnya dari yang dimasukkan kedalam bait Pantun.

"Sampiran jangan asal dibuat, dalam sampiran itu mencerminkan tingkat pendidikan seorang pembuat pantun, sementara untuk bagian isi, itu bisa menyesuikan dengan sampiran, karenanya jangan asal-asalan membuat sampiran," tegas budayawan Riau yang juga sangat berpengaruh di negeri jiran Malaysia ini.

Saat itu, Tennas mencontohkan beberapa pembuatan sampiran Pantun yang salah, "Seperti 'Dari Pekanbaru hendak ke Bengkalis, Singgah sebentar di Bangkinang membeli bedak', hal inikan sangat tidak masuk akal, kalau singgah di Siak, ada juga masuk akalnya," ujar Tennas.

Karena itulah, Tennas mengajak dan menghimbau seluruh elemen pendidikan di Provinsi Riau khususnya tenaga pendidik, jika tidak atau belum memahami betul apa itu Pantun, jangan asal-asalan membuatnya.

Karena bagi masyarakat Melayu, Pantun merupakan sesuatu yang pada zaman dahulu digunakan dalam berbagai aktifitas sehari-hari, dan didalamnya banyak terkandung nilai-nilai kebaikan, banyak terdapat nasehat-nasehat.

"Kepada pra guru PAUD ini, mari kita angkat adat yang ada dalam arti yang sebenar-benarnya, bagaimana adat bergaul, berbicara, dan lainnya, sehingga anak-anak kita tetap menjadikan adat dan budaya ini sebagi bagian pengetahuan dan koreksi dalam perilaku sehari-hari mereka, disamping tentunya apa-apa yang diajarkan oleh agama," pungkasnya. (ris)

 
| | | | | | | |
| Redaksi | Info Iklan |
Copyright 2012 DariRiau.Com, All Rights Reserved