DARIRIAU.com - Pemerintah Kabupaten Bengkalis bertekad mewujudkan pulau Bengkalis menjadi Kota Pendidikan. Kini, Pemkab kembali mempersiapkan berdirinya Universitas Sumatera Timur (UST) dengan target tidak hanya mahasiswa lokal tetapi nasional dan mancanegara.
Pemkab Bengkalis juga bertekad untuk mewujudkan UST ini berdiri dan menerima mahasiswa baru mulai tahun 2015 mendatang.
Hal terungkap dalam "Diskusi Panel, Universitas Sumatera Timur Sosialisasi, Dukungan dan Pembangunan di Bengkalis", yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Sabtu (30/8/2014) di Hotel Labersa, Siak Hulu, Kabupaten Kampar.
Bupati Bengkalis Herliyan Saleh mengatakan, berdirinya UST sangat penting demi karena dasar berkembangnya daerah dalam bidang pendidikan. "Universitas ini salahsatu cara mewujudkan Bengkalis menjadi pusat pendidikan nasional sesuai dengan RPJMD," ujar Herliyan.
Untuk mewujudkan kota pendidikan Pemkab Bengkalis telah mendirikan universitas, politeknik, akademi, sekolah tinggi dan membina SMK dan SMA. "Acara ini adalah dalam rangka up date data-data dan memberi pemahaman bersama pentingnya berdirinya universitas di pesisir Sumatera Timur," ujarnya.
Herliyan yakin universitas ini terwujud dan berkembang dengan baik, mengingat daerah itu memiliki sumberdaya yang melimpah, dana serta banyak perusahaan yang beroperasi di Bengkalis.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Herman Sani, mengatakan sebenarnya rencana pendirian UST ini sudah digagas okeh Bupati Herliyan Saleh sejak tahun 2010 lalu, bahkan sudah dibuat kajian dan proposal. Tidak hanya itu Pemkab juga telah menyiapkan lahan seluas 120 hektar. Namun ketika proposal dimasukkan ke Dikti pada saat iyu juga keluar moratorium (dihentikan sementara) izin pendirian universitas baru.
Karena ada moratorium saat ini Pemkab Bengkalis mensiasasti dengan mendirikan politeknik negeri, akademi komunitas negeri, dan saat ini sedang diperjuangkan berdirinya politeknik kesehatan menjelang moratorium dicabut.
"Dalam waktu dekat maratorium akan dicabut, dan kinilah saatnya kembali memanaskan mesin kita. Semoga menteri bari era Presiden Jokowi nanti tidak membuat kebijakan yang menghambat berdirinya universitas yang telah digagas," ujar Herman Sani.
Dikatakannya lagi, jika izin universitas nanti keluar maka tugas selanjutnya adalah menggesa SDM. Pihaknya akan menarik kalangan profesional untuk mengajar di universitas tersebut menjelang adanya dosen tetap.
Herman Sani juga optimis universitas ini bakal maju dan dilirik calon mahasiswa baik dari Bengkalis sendiri maupun dari luar Risu. "Minimal akan dilirik oleh mahasiswa dari daerah bekas kabupaten Bengkalis. "Ini terbukti dati besarnya peminat Politeknik Negeri yang kita dirikan," tutupnya.
Didukung Tokoh Pendidikan
Berdirinya Universitas Sumatera Timur ini juga mendapat dukungan dari tokoh-tokoh pendidikan Riau, seperti mantan Rektor Universitas Riau dan Universitas Muhammadiyah Riau Prof M Dyah, mantan Rektor Universitas Lancang Kuning Prof Irwan Effendi, Sudirman M Johan.
Prof M Dyah mengatakan berdirinya universitas di kabupaten dan kota di Riau akan sangat bermanfaat bagi daerah tersebut, salah sstunya adalah terbantunya anak-anak kurang mampu yang tidak bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di luar daerah. "Hal ini sudah terbukti di Kabupaten Indragiri Hilir yang mendirikan UNISI," ujarnya.
Meski demikian M Dyah tetap mengingatkan agar UST ini direncanakan dengan matang. "Kalau dapat program studi yang didirikan tidak ada di perguruan tinggi lain, agar lulusannya dilirik dunia usaha," kata akademisi yang sudah malangmelintang mendirikan perguruan tinggi di Riau itu memberi saran.
Hal sama juga disampaikan Irwan Efendi. Pendiri UMRI tersebut menilai saat ini di Kabupaten Bengkalis sudah sangat layak didirikan universitas. Apalagi di Bengkalis sudah berdiri sejumlah perguruan tinggi seperti Politeknik Negeri, STAI, STEI Syariah, Akademi Komunitas Negeri. "Apalagi Pemkab Bengkalis juga sangat mendukung, maka sudah saatnya berdiri universitas di Bengkalis," jelas mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau itu.
Selain dihadiri oleh tokoh pendidikan dan Bupati Bengkalis, juga ada didatangkan tiga panelis yakni Bambang Soepeno dari Universitas Jember, Musaddiq Musbach dari Universitas Indonesia dan Dr Saktioto dari Universitas Riau. (jef)