| | | | | | | |
Jum'at, 23 Mei 2014  
DariRiau.com / Otonomi / Soal UN SMP Nomor 45 Hilang

Soal UN SMP Nomor 45 Hilang


Senin, 05/05/2014 - 20:24:37 WIB
Pelajar SMP mengikuti ujian nasional
Foto: VIVAnews/ Anhar Rizki Affandi

TERKAIT:
DARIRIAU.com - Hari pertama Ujian Nasional (UN) tingkat SMP sederajat di Riau untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Senin (5/5), ditemukan soal yang tidak tercetak alias kosong. Kasus serupa terjadi di sejumlah provinsi di tanah air.

Di Riau, kasus hilangnya soal ujian ditemukan di Pekanbaru dan Indragiri Hilir. "Saya dapat laporan ada Tiga atau empat soal setiap ruang di seluruh SMP terdapat kekosongan," ujar Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, ketika dihubungi DariRiau, Senin (5/5/2014).

Menurutnya, ini terjadi merata dan terjadi di setiap ruangan. Untuk penanganannya katanya lagi, Disdik sudah memerintahkan sekolah membuat berita acara sebagai bukti pertanggungjawaban kondisi soal yang ditemukan kosong tidak tercetak.

Sementara di Kabupaten Indragiri Hilir kasus serupa juga terjadi. Panitia menemukanadanya soal ujian Bahasa Indonesia yang tidak tercetak.Dari 50 soal ujian Bahasa Indonesia, soal yang tidak tercetak yaitu soal nomor 45. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Inhil, Helmi D mengakui ketiadaan soal nomor 45 pada mata ujian Bahasa Indonesia tersebut. "Memang ditemukan soal nomor 45 pada mata ujian Bahasa Indonesia hari ini yang tidak tercetak, hal ini ditemukan di SMPN 2 Tembilahan," jawab Helmi ketika dikonfirmasi, Senin (5/5).

Namun, ujarnya sampai saat ini, temuan ini hanya didapati di SMPN 2 Tembilahan, sedangkan dari sekolah lainnya tidak ada laporan. "Atas temuan ini, maka kita minta siswa mengosongkan saja jawabannya dan pengawas dan pihak sekolah membuatkan berita acara mengenai ketiadaan soal nomor 46 tersebut," ujarnya.

Disebutkan, kejadian ini tidak akan merugikan siswa peserta UN. Sampai saat ini, tidak ada laporan mengenai kendala dan hambatan lainnya dalan UN SMP sederajat di Inhil.

Nuansa Politis
Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Muhammad Fadri AR, menduga adanya beberapa soal ujian nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia yang terdapat beberapa poin soal kosong, berkaitan dengan kepentingan politik. Dimana, dalam naskah soal UN tingkat SMA beberapa waktu lalu, biografi singkat salah satu calon presiden masuk di dalam soal, maka dalam naskah soal ini juga diduga merupakan soal yang bernuansa politik. Karena dalam UN SMA beberapa waktu lalu keberadaan soal UN itu disorot, maka dalam UN SMP ini terpaksa soal tersebut kosong tanpa ada pengganti.

"Saya sangat menyayangkan, ini sangat memalukan dunia pendidikan. Kuat dugaan, dalam soal yang kosong itu sebenarnya soal bernuansa politik, karena disorot, maka soal itu kosong tanpa sempat diganti dengan soal lain," ucap Fadri.

Fadri menilai kondisi ini sangat tidak wajar. Bahkan, politisi PKS ini memprediksi 90 persen kuat dugaan soal tersebut hilang karena memang ada nuansa politik di dalamnya, yang dicantumkan untuk meracuni anak-anak dengan politik kotor.

Guna memastikan kebenarannya, Fadri meminta agar presiden segera turun tangan. Periksa pembuat soal karena membuat anak-anak yang seharusnya berpikir jernih, harus teracuni arus politik," kata Fadri.

Kepada calon presiden yang namanya masuk di soal UN pada pelaksanaan UN tingkat SMA sederajat beberapa waktu lalu, juga didesak segera meminta maasf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Karena menggunakan lembaran soal UN untuk sosialisasi.

Target sosialisasi menggunakan soal UN memang cukup besar peluangnya. Karena pada UN SMA lalu, rata-rata muridnya terdaftar sebagai pemilih pemula. Dengan kondisi soal yang ada di seluruh daerah di Indonesia, maka moment itu tepat untuk meraup suara pemilih pemula ini.

"Ini memalukan, seharusnya perpolitikan di Indonesia ini dilaksanakan secara bersih. Saya minta agar presiden segera bertindak," pintanya.(jef)
(0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
| | | | | | | |
| Redaksi | Info Iklan |
Copyright 2012 DariRiau.Com, All Rights Reserved