| | | | | | | |
Sabtu, 07 Februari 2015  
DariRiau.com / Politik / Gubri Annas Maamun Mulai Bangun Dinasti Politik

Gubri Annas Maamun Mulai Bangun Dinasti Politik


Jumat, 11/04/2014 - 00:12:25 WIB
DARIRIAU.com - Forum Indonesia untuk Transparansi Indonesia (Fitra) Riau menyatakan Gubernur Riau Annas Maamun mulai membangun dinasti politik. Annas, yang belum genap dua bulan menjadi Gubernur Riau, menempatkan beberapa kerabat dekatnya di posisi stategis dalam Pemerintah Provinsi Riau. 

"Ini sikap yang tidak profesional dan arogan. Annas terlalu memaksakan kehendak kekuasaannya," kata Koordinator Fitra Riau Usman, Kamis (10/4).

Mantan Bupati Kabupaten Rokan Hilir ini pekan lalu memutasi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Dia menempatkan anak dan menantunya di posisi strategis. Misalnya,  anak kandungnya, Noor Charis Putra, yang baru berusia 27 tahun, diangkat menjadi Kepala Seksi Jalan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau. Padahal Noor Charis Putra tidak memiliki background teknik dan hanya bergelar Sarjana Ekonomi.

Selain mengangkat anaknya, Annas juga mengangkat menantunya, Dwi Agus Sumarno, yang sebelumnya menjabat Kepala Institut Pemerintahan Dalam Negeri Rokan Hilir, diangkat menjadi Kepala Dinas Pendidikan Riau. 

Tak hanya itu, sejumlah pejabat dari Rokan Hilir juga diboyong untuk menempati posisi penting di pemerintah Riau. Contohnya, Sekretaris Daerah Rokan Hilir Wan Amir Firdaus diangkat menjadi Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau. 

Lalu Anwar, dokter yang sebelumnya menjabat Kepala Rumah Sakit Umum Rokan Hilir, diangkat menjadi Direktur Utama RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Sedangkan menantunya yang lain, Maman Supryadi, kini menjadi manajer klub sepakbola PSPS Pekanbaru. 

Menurut Usman, dinasti politik yang dibangun diprediksi bakal menjadi langkah awal terjadinya korupsi di Riau. "Di mana pun kalau yang namanya korupsi berawal dari terwujudnya sistem dinasti yang dibangun," ujarnya. 

Dengan adanya dinasti politik ini, kata Usman, Annas bisa dengan mudah mendelegitimasi protes yang dilakukan oleh komunitas apa pun, "Sehingga Annas akan jadi orang yang antikritik," tegasnya seperti dilansir tempo.co.

Ketika dimintai konfirmasi, Annas Maamun malah menghardik dan mengusir wartawan. "Apalagi ini, pergi!" ujarnya sembari mengayunkan tangan, seolah-olah menggiring wartawan untuk pergi. Dia lalu bergegas masuk ke mobil dinasnya. ***
 
| | | | | | | |
Redaksi
Copyright 2012-2015
PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved