| | | | | | | |
Rabu, 19 Maret 2014  
DariRiau.com / Otonomi / SBY: Riau Harus Berubah

SBY: Riau Harus Berubah


Senin, 17/03/2014 - 22:24:30 WIB
DARIRIAU.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuat dua kebijakan dalam penanganan kabut asap yang terjadi di Riau yang setiap tahunnya terus terjadi.

Dua kebijakan tersebut disampaikan SBY kepada awak media Senin (17/3) di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru sesaat jelang meninggalkan Riau menuju Yogyakarta setelah Tiga hari berada di Pekanbaru dalam upaya penanganan kabut asap di daerah ini.

Ia mengharapkan kebijakan ini bisa diterapkan agar tidak terjadi lagi bencana kabut asap serta kebakaran lahan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu di masa mendatang.

"Melihat bencana kabut asap ini ada dua kebijakan yang diterapkan yakni kebijakan pertama saya perintahkan operasi cepat tanggap darurat terpadu, kebijakan ini dilakukan dalam jangka pendek agar pemadaman api dan bencana kabut asap agar tidak terjadi lagi di Riau," tegas SBY.

Untuk operasi tanggap darurat sendiri, waktu pelaksanaannya dalam tiga pekan, terhitung sejak empat hari yang lalu. Presiden berharap maksimal dalam tiga pekan api di seluruh Riau dapat dipadamkan dan asap benar-benar bisa hilang. "Saya instruksikan kepada satgas untuk menggunakan segala peralatan dan lakukan segala cara" kata SBY.

Sedangkan kebijakan yang kedua adalah lakukan penertiban kawasan hutan dan lahan dan pencegahan bahaya asap serta penegakan hukum kepada pelaku pembakaran lahan, SBY juga meminta kepada tim Satgas untuk melakukan penertiban lahan tersebut dimulai dari April hingga September mendatang. "Kenapa hingga september dilakukan karena masa kepemimpinan saya berakhir di bulan Oktober, dan saya tidak mau meninggalkan beban kepada Presiden yang baru," sebut Ketua Umum Partai Demokrat tersebut.

Selain itu, dalam penertiban kawasan lahan, SBY tegaskan harus dilakukannya Penertiban perkebunan illegal dan praktek-praktek illegal logging, memiliki sistem dan protap dalam menyelesaikan persoalan ini. Sasaran dari penertiban kawasan dan pencegahan bencana mencakup tiga hal.

Pertama, harus menertibkan perkebunan-perkebunan ilegal dimana mungkin mendapat izin dari kepala desa namun bertabrakan dengan UU. Kedua, harus dihentikannya prakik-praktik ilegal logging. Pesiden melihat sendiri melalui foto udara ada titik-titik yang terjadi pembalakan liar. Ketiga, harus memiliki sistem sekaligus protap (prosedur tetap) dan aksi nyata di lapangan untuk pencegahan dan tindakan dini manakala tetap ada kebakaran.

"Kita harus bisa memberikan perlindungan. Banyak masyarakat yang tidak berdosa menjadi korban akibat ulah mereka yang tidak bertanggung jawab. Kalau masih ada kebakaran, kita harus memastikan warga punya peralatan untuk memadamkan," SBY menegaskan. Agar penduduk tidak membakar lahan untuk membuka ladang diberi bantuan peralatan.

Kepada perusahaan pemegang HPH, Presiden meminta ikut berkontribusi menyediakan peralatan untuk memadamkan api, melalui program CSR, sekaligus untuk membantu penduduk. "Pemerintah pusat dan daerah juga akan siapkan anggaran untuk memadamkan api dan menghilangkan asap," ujar Presiden.

Dalam menjalankan kebijakan yang dikeluarkan Presiden tersebut, tim Satgas harus berpegang teguh terhadap Tiga pilar yakni penanggulangan kebakaran dan asap, pemberian pengobatan kepada masyarakat yang terkena penyakit dan penertiban serta pemberian sanksi kepada pelaku pembakaran.

Meski demikian, orang nomor satu di Indonesia tersebut selama di Riau Tiga hari kabut asap mulai hilang dan dirinya tetap memberikan semangat kapada seluruh pasukan untuk terus bekerja dengan semangat untuk memadamkan kebakaran. "Selama Tiga hari ini pasukan sudah mampu menangani kebakaran di beberapa titik dan kabut asap juga sudah mulai hilang, saya berharap ini tidak terulang lagi," ungkapnya.

Kepala Negara juga meminta satuan TNI/Polri digelar dan dioperasikan di semua wilayah yang terdampak. "Jangan ada wilayah yang tak terjamah, semua harus didatangi, dan tuntaskan tugas" Presiden SBY menginstruksikan.

Tak lupa, Presiden juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras mengatasi bencana asap dan memadamkan api. "Tugas yang saudara laksanakan mulia karena melindungi rakyat kita, menjaga perkonomian nasional, dan yang paling penting membentuk budaya baru," kata Presiden SBY.

Riau, ujar SBY, harus berubah. "Saya mengajak saudara-saudara di Riau untuk membangun budaya baru, semangat baru untuk membangun daerah ini agar bebas dari asap dan kebakaran," SBY menandaskan. (ris)
(0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
| | | | | | | |
| Redaksi | Info Iklan |
Copyright 2012 DariRiau.Com, All Rights Reserved