DARIRIAU.com - Wakil Ketua I Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kota Pekanbaru Kamaruzaman SH, menyebut bahwa adanya informasi Camat Tenayan Raya yang terlibat mensosialisasikan caleg merupakan hal yang lumrah.
"Acara itu dihadiri berbagai caleg, camat sebagai kepala daerah di sana memperkenalkan caleg yang hadir kepada masyarakat. Itu lumrah dan hal yang biasa," ucap Kamaruzaman saat ditemui DariRiau di DPRD Pekanbaru, Selasa (4/3).
Dari informasi yang didapatkan Kamaruzaman, memang ada acara di Aula Kantor Camat Tenayan Raya Senin lalu yang sempat ricuh. Namun, acara tersebut tidak hanya mengundang satu caleg melainkan seluruh caleg.
"Perlu diketahui juga, saat acara itu mengundang banyak caleg, tapi yang hadir hanya beberapa, tentu itu bukan kesalahan pada camat," ungkapnya.
Mengapa dikatakan lumrah dan biasa, kata Kamaruzaman, dirinya saja sebagai Anggota DPRD ketika menghadiri acara di kecamatan ataupun kelurahan, pihak kecamatan termasuk Camat juga memperkenalkan dewan kepada masyarakat.
"Pasti diperkenalkan 'Kepada yang terhormat anggota dewan' dan wajar juga saat aca caleg diperkenalkan untuk diketahui masyarakat," tuturnya.
Kamaruzaman juga menyebut, memang sesuai aturan PNS tidak diperbolehkan terlibat politik praktik. Begitu juga kepada Camat Tenayan Raya, Kamaruzaman mengatakan jangan sampai terlibat dalam berpolitik di tahun politik ini. "Camat dan semua PNS harus netral jangan sampai terlibat berpolitik," imbuhnya.
Sebelumnya, Camat Tenayan Raya diduga nekat melaksanakan amanah Walikota Pekanbaru Firdaus MT yang meminta agar dilakukannya mobilisasi massa untuk sosialisasi caleg yakni KD Caleg dari PDI P untuk DPRD Provinsi Riau dan SV Caleg Partai Demokrat untuk DPRD Kota Pekanbaru, di aula Kecamatan Tenayan Raya, Senin (03/03/2014) berujung ricuh, setelah didatangi 2 caleg dari Parpol Golkar dan PKB yang langsung membubar paksa pertemuan tersebut.
Beruntung dalam kericuhan tersebut tidak ada korban jiwa, namun sejumlah fasilitas Kantor Camat seperti kursi dan meja mengalami kerusakan akibat kemarahan massa yang menolak pertemuan sosialisasi.
Informasi ini berhasil dihimpun wartawan dari beberapa orang saksi mata yang melihat kejadian tersebut. Dimana, acara sosialisasi yang sudah sempat berjalan itu dihadiri oleh seluruh jajaran pemerintahan di tingkat Kecamatan Tenayan Raya hingga ke tingkat Kelurahan dan beberapa tokoh masyarakat yang sengaja diundang Camat melalui pesan singkat (SMS).
Mendapati informasi tersebut di pertengahan acara sosialisasi, tiba-tiba mucul dua orang caleg lain dari Parpol Golkar dan PKB. Sehingga terjadi perdebatan mulut yang berakhir dengan aksi lermpar kursi dan meja pertemuan, sebagai upaya membubarkan paksa pertemuan tersebut.
"Katanya caleg itu titipan Pak Walikota, makanya kami disuruh untuk ikut mendukungnya. Tetapi pas di pertengahan acara tiba-tiba ada caleg lain yang datang dan langsung mengamuk, acara sosialisasi itu bubar," kata salah seorang peserta sosialisasi yang enggan namanya disebutkan.
Ketua Panwaslu Kota Pekanbaru Budi Candra, saat dihubungi melalui telepon selulernya membenarkan adanya peristiwa tersebut, hanya saja hingga saat ini pihaknya masih belum bisa melakukan penindakan, pasalnya Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Tenayan Raya tiba ke tempat kejadian sekitar 5 menit setelah berlangsungnya pembubaran paksa tersebut.
"Benar, tapi tim pengawas pemilu kecamatan yang bertugas di sana tidak berhasil mengumpulkan alat bukti. Kedatangannya telat. Oleh karenanya kami memohon kepada masyarakat yang memiliki foto acara atau alat bukti lain untuk menyerahkannya ke Panwaslu, agar bisa dilakukan penindakan," pinta Budi.
Camat Tenayan Raya Abdurrahman, saat dikonfirmasi melalui selulernya, mengenai dugaan keterlibatannya dalam mensosialisasikan caleg, di aula Kecamatan Tenayan Raya, Senin kemarin yang berujung ricuh, enggan berkomentar.
Camat malah meminta wartawan untuk meminta konfirmasi kepada Bagian Humas Pemerintah Kota Pekanbaru Azharisman Rozie. "Ke Humas sajalah, Humas Pemko," tuturnya singkat.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Pekanbaru Azharisman Rozie, menerangkan bahwa kronologis adanya persiteruan di acara Camat Tenayan Raya Senin kemarin karena diduga mensosialisasikan caleg, tidak ada settingan.
Menurut Rozie, dalam acara camat itu semua kalangan diundang termasuk caleg. Ketika acara berlangsung, maka panitia acara pun memperkenalkan semua caleg yang datang saat itu.
"Kemarin itu acara biasa saja, zaman sekarang kan kalau ada acara pasti caleg langsung datang, baik dindang maupun tidak. Tak ada settingan," ungkap Rozie saat dikonfirmasi melalui selulernya.
Bahkan, laporan dari camat yang masuk ke Humas, menurut Rozie, memang kondisi kedatangan caleg di berbagai acara kecamatan sedang maraknya di tahun politik ini.
"Termasuk kemarin itu, diperkenalkanlah caleg yang datang. Kalau sampai ricuh begitu tak tahu juga kita apa masalahnya, ini masih terus ditelusuri," pungkasnya.(don)
(0) Komentar
|
[ Kirim Komentar ]
|