| | | | | | | |
Minggu, 23 Februari 2014  
DariRiau.com / Bengkalis / BLJ Terkesan "Kambing-hitamkan" PLN

Gagal Membangun PLTU di Buruk Bakul
BLJ Terkesan "Kambing-hitamkan" PLN


Sabtu, 14/12/2013 - 00:39:58 WIB
DARIRIAU.com - setelah dinilai gagal membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Desa Buruk Bakul Kecamatan Bukit Batu pada rentang waktu selama setahun belakangan pasca penyertaan Modal dari APBD Bengkalis sebesar Rp300 Milyar, BUMD PT. Bumi Laksamana Jaya (BLJ) malah terkesan "mengkambing-hitamkan" pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) selaku BUMN pemegang izin kelistrikan umum negara.

Hal itu disimpulkan dari pernyataan Direktur Utama PT. BLJ , Yusrizal saat menggelar coffee morning dan silaturrahmi dengan wartawan di Hotel Pantai Marina Bengkalis, Jumat (13/12).

"PLTU yang kita rencanakan dibangun di Buruk Bakul memang masih menunggu persetujuan PLN selaku pemegang izin kelistrikan umum negara, dan PLN yang juga sebagai calon pembeli PLTU tersebut hingga saat ini belum memberikan persetujuan, padahal sudah lama kita ajukan," Kata Yusrizal.

Orang nomor satu di jajaran PT. BLJ ini menyebut pembangunan PLTU saat ini belum bisa direalisasikan jika tidak ada lampu hijau dari PLN, sedangkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Pinggir - Duri diakuinya sudah mencapai 45 persen.

"Jika sudah memenuhi aturan dan persetujuan dari PLN, barulah (PLTU di Buruk Bakul) dapat kita bangun," ulasnya.

Yusrizal mengaku perencanaan pembangunan PLTU di Buruk Bakul pada dasarnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat termasuk PLN sendiri, apalagi PLN Bengkalis selalu kekurangan daya, namung pengurusan administrasi cukup sulit sehingga menjadi terhambat.

"Kita melihat PLN itu ibarat hutan belantara, setiap kali kita ke sana selalu pengurus atau jajarannya orang yang berbeda, karena selalu di ganti (berpindah-pindah tugas) sehingga membuat pengajuan kita tidak terdeteksi, proposal yang mana ya, proposal yang mana ya?, Begitu yang terjadi jika kita berurusan di PLN orangnya selau berganti-ganti," Kesal Yusrizal sembari membantah jika disebut BLJ gagal membangun PLTU.

Kesempatan itu juga Yusrizal menepis dugaan penyelewengan dana penyertaan Modal Rp300 Milyar yang disangkakan kepada perusahaan yang dipimpinnya.

Coffee morning yang ditaja direksi dan manajemen PT. BLJ tersebut bertujuan untuk silaturahmi dengan para jurnalis Bengkalis, sekaligus memaparkan program-program BLJ serta klarifikasi oleh direksi mengenai pemberitaan hangat akhir-akhir ini seputar dugaan penyelewengan dana penyertaan modal dari dana APBD Bengkalis sebesar Rp300 Milyar untuk BUMD Negeri Junjungan tersebut. (rdi)
(0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
| | | | | | | |
| Redaksi | Info Iklan |
Copyright 2012 DariRiau.Com, All Rights Reserved