Awasi Proyek, Ketua BPD Dianiaya
Bengkalis -
Selasa, 03/12/2013 - 22:08:39 WIB
DARIRIAU.com - Diduga gara-gara melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan sejumlah proyek program Inbup PPIP, Habibi Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Desa Sepahat, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis dianiaya Ketua Organisasi Masyarakat Sekitar (OMS) dan Kepala Tukang proyek, Ahad (1/12/13) lalu.
Akibatnya pria yang akrab disapa Habib itu harus menderita bibir pecah dan luka-luka lebam di sebagian tubuhnya. Tidak terima dengan perlakuan seperti itu, korban langsung melaporkannya ke Polsek Bukit Batu untuk memperoleh keadilan.
Kronologis Informasi yang berhasil dirangkum, pada hari Sabtu (30/11/13) Tim BPD Desa Sepahat turun melihat 5 paket pekerjaan program Inbup PPIP yang sedang dikerjakan diantaranya, pekerjaan jalan, gang, 1 paket pekerjaan turap.
Menurut Tim BPD, kegiatan yang dikerjakan terhadap pembangunan jalan adanya kesalahan teknis seperti, besi wayermes tidak dikeluarkan untuk penyambungan pekerjaan, selanjutnya besi tersebut tidak diletakkan di tengah-tengah semenisasi, akan tetapi hanya diletakkan di atas tanah dan besi wayermes yang dipakai tidak SNI.
Mengetahui kondisi seperti itu, Tim BPD menyarankan kepada anggota OMS pekerjaan jalan, agar pekerjaan disesuaikan dengan spesifikasi yang seharusnya.
Kemudian pada hari Ahad (1/12/13), Habib menerima telepon dari kepala tukang BN alias U mengajak ke lokasi pekerjaan jalan yang dikerjakannya. Sampai di lokasi ia langsung dipukul pakai cangkul, setelah itu datang Ketua OMS MR kemudian memukul tepat dibibir hingga pecah. Selanjutnya dileraikan oleh saudara Edi sebagai Sekretaris OMS.
"Setelah mendapat perlakuan seperti itu saya langsung melaporkan ke Polsek Bukit Batu, dengan nomor laporan STPL/44/XII/2013/RIAU/RES BKS/SEK.B.BATU. Tapi anehnya pelaku yang memukuli saya sampai hari ini belum ditahan. Saya sebagai korban minta proses hukum ini dilanjutkan," ungkap Habibi saat dihubungi wartawan, Selasa (3/12/13).
Sementara itu Kapolsek Bukit Batu Kompol Sasli Rais ketika dihubungi mengatakan, terkait adanya dugaan penganiayaan terhadap Ketua BPD Desa Sepahat tersebut mengaku belum menerima laporan resmi dari korban, sehingga kasus tersebut belum bisa ditindaklanjuti.
"Belum ada laporan resmi yang kita terima sampai sekarang. Jadi kalau ada laporannya baru bisa kita tindaklanjuti," ujarnya. (adi)
(0) Komentar
|
[ Kirim Komentar ]
|