WN Belanda Serahkan Video Sejarah Bandara Simpang Tiga
Budaya -
Selasa, 03/12/2013 - 21:54:23 WIB
 |
Foto; detik.com
|
TERKAIT:
DARIRIAU.com - Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Privinsi Riau mendapat tambahan koleksi dokumen kunonya. Adalah Prof Dr Bob FH Deys, seorang warga negara Belanda yang menghibahkan sebuah piagam kuno dan film dokumenter peresmian bandara Pekanbaru era tahun 1930-an. Dokumen video pendirian Bandar Udara Simpang Tiga (sekarang bernama Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru) itu dibuat tahun 1934.
Selain menyerahkan video Bob juga menyerahkan dokumen berbentuk piagam kuno yang pernah diberikan masyarakat Kabupaten Kampar Riau atas pembangunan irigasi oleh Belanda. Piagam itu diberikan Ninik Mamak Kenegerian Bangkinang, Kampar, dan diterima orangtuanya, F.H Deys, karena membantu petani padi di daerah itu.
Penyerahan dokumen bersejarah bagi Riau tersebut dilakukan Mr Bob kepada Kepala BPAD Riau Chairul Riski, Selasa (3/12), di kantornya. Saat penyerahan dokumen tersebut, Mr Bob yang didampingi istrinya Willy Deys Van Gurk terlihat sangat antusias.
Menurutnya, video tersebut diambil oleh ayahnya bernama Fh Deys, seorang dokumenter kerajaan Belanda. Orang tua Bob sendiri juga merupakan tenaga ahli irigasi pada masa pendudukan Belanda dan ditugaskan ke Sumatera. Salah satu irigasi yang sudah dibuatnya adalah di daerah Muara Uway, Bangkinang Seberang, Kabupaten Kampar. FH Deys sampai di Indonesia sekitar tahun 1930-an. Dan sempat pula menjabat sebagai Asisten Keresiden Benteng Fort De Cook, dan menjabat Demang di Pariaman.
Ayahnya selama bertugas di Sumatera sangat hobi mendokumentasikan sejumlah pekerjaan, termasuk pembangunan bandara Pekanbaru. Hanya saja dokumen itu dalam bentuk film hitam putih tanpa suara. "Waktu itu orangtua saya mendapat tugas ke Sumatera membidangi pendidikan, kesehatan, dan insfrastruktur," kata Bob yang mengaku dokumen dan film tersebut memiliki nilai tersendiri baginya.
Dari rekaman video hitam putih yang disaksikan DariRiau, terlihat sebuah pesawat baling-baling DC 2 parkir di areal landasan, yang disebut Bob masih bersifat darurat. "Kalau melihat dokumen ini, dulu lapangan terbangnya hanya ada rumah terbuat dari kayu. Tadi saya mendarat, lapangannya sudah megah," katanya.
Saat ditanyakan perihal pembangunan bandara sendiri diakui Bob dirinya tak terlalu tahu karena saat pembangunan sekitar tahun 1934, dirinya belum lahir namun ia hanya mengetahui lewat video peninggalan tersebut.
"Dokumen ini saya temukan ketika membongkar-bongkar arsip di rumah. Saya berpikir untuk mengembalikan ke pemiliknya orang Riau, dan baru saat ini saya punya kesempatan untuk mengembalikannya. Ini bukan hak perpustakaan Belanda, tapi hak orang Riau. Kiranya ini bisa disimpan dengan baik," kata Bob.
Disebut Bob saat menemukan dokumen ini dia lantas menceritakan kepada salah seorang rekannya yang bekerja di Belanda bernama Aulia, seorang aktivis lembaga sosial internasional yang berkedudukan di Belanda. Dari hasil pembicaraan itu, mereka juga menemukan arsip berupa dokumen tertulis terkait sejarah dan sepak terjang Belanda di Riau.
Sementara itu Kepala BPAD Riau Chairul Riski mengatakan sangat berterima kasih kepada Prof Dr Bob FH Deys dan keluarganya yang secara sukarela menghibahkan dokumen itu. Arsip dokumen tersebut, akan dijadikan koleksi perpustakaan.
"Visual ini akan menjadi koleksi kita. Ini tentunya akan semakin memperkaya wawasan kita tentang Riau," kata Riski kepada wartawan usai acara penyerahan video. (nik/dtc)
(0) Komentar
|
[ Kirim Komentar ]
|