| | | | | | | |
Kamis, 05 Desember 2013  
DariRiau.com / Ekonomi / "Cukup Asah Kemampuan Berpikir dan Menganalisa"

Dari Pelatihan Wirausaha
"Cukup Asah Kemampuan Berpikir dan Menganalisa"

Ekonomi -
Minggu, 01/12/2013 - 22:58:05 WIB
Budhi Firmansyah menyerahkan plakat kepada Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Alfitra Salamm.
TERKAIT:

DARIRIAU.com - PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan PT Energi Mega Persada menggelar Workshop Kewirausahaan Generasi Muda Riau dalam rangka melaksanakan tanggungjawab sosial perusahaan Corporarate Social Responsibility (CSR) di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional, Cibubur, Gedung Serbaguna, Wisma Soegondo Djojopoespito, Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (30/11).

Workshop yang diikuti oleh puluhan mahasiswa dari Jabodetabek dan Bandung itu mengambil tema 'Menyiapkan Pengusaha Muda Masa Depan'. Terlaksana hasil kerjasama Kementerian Pemuda dan Olahraga, Forum Wartawan Riau (Forwari) Jakarta dan LSM Sebumi Indonesia bertempat di Wisma Soegondo Djojopoespito,Komplek PPON, Cibubur, Jakarta kemarin. Pembicara yang hadir antara Presiden Komisaris PT Bakrie and Brothers Tbk Irwan Syarkawi, Head Community Development (CD)PT RAPP Hartjahja  Ariawan dan pengusaha muda Fahira Fahmi Indris.

Menurut Irwan Sjarkawi, untuk menjadi pengusaha sukses cukup mengasah kemampuan berpikir dan menganalisa jenis usaha yang akan ditekuni, dan tidak harus terpaku pada besarnya modal usaha. Karena modal usaha tidak harus berasal dari diri sendiri, tetapi bisa dari mitra bisnis yang diajak joint venture dalam usaha tersebut.

"Untuk memulai usaha tidak harus dengan modal uang, tetapi modal kita adalah kemampuan berpikir dalam menganilisa jenis produk yang jual, misalnya bagaimana pelayanan bagus, kemasannya dan produk kita nomor satu sehingga membuat orang tertarik untuk membeli produk kita," kata Irwan.

Dengan memiliki kemampuan berpikir dan menganalisa jenis usaha itu, kata Irwan, orang lain akan tertarik untuk bermitra dan menanamkan investasinya pada bisnis tersebut yang menjanjikan sebuah keuntungan. "Kenapa dia dapat, kita tidak dapat, padahal kesempatannya sama, tentunya dari kemampuan berpikir itu. Jadi kita harus terus melatih kemampuan kita berpikir dalam menganalisa dengan terus melakukan perbaikan apabila ada kekurangan," katanya.

Sedangkan  Hartjahja Ariawan mengatakan, PT RAPP sangat konsen dalam menumbuhkan pengusaha lokal di Riau dalam rangka pemberdayaan masyarakat dengan sasaran pengusaha UMKM melalui pola kemitraan. Jenis usahanya mencakup antara lain pengangkutan, penanaman, pembibitan, konstruksi, perbengkelan, makanan, handicraft, menjahit, sablon, dan perabot. "Usaha lain yang kita bina adalah madu RAPP dan batik Bono (motif fenomena alam di Pelalawan). Ini yang akan kita jadikan usaha khas Riau," katanya.

Saat ini, PT RAPP telah membina pengusaha 51 UMKM di 12 estate di 26 desa di lima kabupaten di Riau. Dalam melakukan pembinaan, PT RAPP melakukan pendampingan jenis usaha melalui berbagai pelatihan, pemasaran produk dan membatu pengajuan fasilitas kredit perbankan dengan menggandeng BNI Syariah, BTN Syariah dan Bank Bumpitera.

"Wirausahawan yang dibina PT RAPP melalui pola kemitraan ini sudah banyak sukses. Ada tiga orang yang omzetnya diatas Rp 500 juta perbulan, 4 orang omzetnya diatas Rp 350 juta dan sisanya rata-rata omzetnya diatas Rp 100 juta. Intinya PT tidak hanya mengembangkan bisnis saja, tetapi juga peduli terhadap pemberdayaan masyarakat lokal," katanya.

Sementara Fahira Fahmi Idris menambahkan, untuk memulai suatu usaha atau menjadi pengusaha diperlukan sebuah 'mimpi' karena mimpi tersebut dapat memberikan motivasi menuju kesuksesan. "Motivasi saya menjadi pengusaha ketika itu saya bermimpi ingin keliling dunia. Saat kuliah, saya sering disuruh oleh ibu saya untuk mengantarkan makanan ke tetangga-tetangga. Kemudian menginspirasi saya untuk membuat Parcel Lebaran, saya adalah perintis parcel di Indonesia," kata Fahira.

Usaha Parcel Lebaran itu, ternyata mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat sehingga berkembang pesat dan memberikan pundi-pundi uang. Karena menjanjikan kentungan yang menjanjikan itu, banyak masyarakat akhirnya ikut menekuni bisnis Parcel Lebaran.

"Mimpi keliling dunia itu akhirnya terwujud, ketika saya melanjutkan kuliah di Inggris. Saya kemudian keliling dunia dengan uang bisnis Parcel Lebaran itu. Saya berharap adik-adik mahasiswa mulai menulis mimpinya, mimpi itu yang akan mendorong kita sukses. Dari mimpi itu, usaha saya tidak satu sekarang, sudah ada beberapa sekarang. Jadi marilah kita menuliskanmimpi masing-masing," kata anak politisi senior Partai Golkar Fahmi Idris ini. (gsu)

(0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
| | | | | | | |
| Redaksi | Info Iklan |
Copyright 2012 DariRiau.Com, All Rights Reserved