Hari Kesaktian Pancasila
Siswa Berprestasi Diberi Penghargaan
Otonomi - Jefry
Selasa, 01/10/2013 - 22:33:24 WIB
DARIRIAU.com - Sempena peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2013, sebanyak tiga orang siswa-siswi berprestasi menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
Ketiganya adalah Rizki Amanda, siswa SMPN 2 Bandar Sekijang Pelalawan, peraih medali emas Lomba Penelitian Ilmiah Remaja tingkat Nasional bidang IPA. Meta Juliana, siswi SMP Patria Darma Selat Panjang, peraih medali Perak Lomba Penelitian Ilmiah Remaja tingkat Nasional bidang IPS. Dan bagi Elva Siana Siswi SMKN 4 Pekanbaru, peraih medali Perunggu pada Lomba Kompetensi Siswa SMK tingkat Nasional bidang tekstil.
Dalam upacara yang berlangsung di halaman kantor Gubernur Riau, Senin (1/10) tersebut, melalui Keputusan Gubernur Riau No. 649/9/2013 dan 653/9/2013 tanggal 12 September 2013 tentang Kenaikan Pangkat Golongan I berjumlah 2 orang, Gololongan II berjumlah 51 orang, Golongan III berjumlah 338, dan Gololongan IV berjumlah 86 orang, dengan jumlah keseluruhan 477 orang.
Selain itu juga diberikan penghargaan peserta Jambore Himpaudi tingkat nasional, bagi Zalismar, juara I tingkat nasional lomba pembuatan APE berbasis budaya lokal, dan kepada Teri Eki Yosinda, juara II menulis artikel PAUD tingkat nasional.
Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (RI) M Nuh, yang dibacakan Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit saat upacara, dikatakan bahwa Pancasila telah mempersatukan kita sebagai bangsa dan negara yang utuh. Sejak Reformasi 1998, Pancasila seolah-olah kurang memperoleh perhatian bersama, sehingga dikhawatirkan memudar bersama sejarah masa lalu.
"Kita semua harus tetap berusaha dan berjuang secara sungguh-sungguh untuk mempertahankan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan pemersatu Negara Republik Indonesia. Tahun 2013 ini, peringatan Hari Kesaktian Pancasila mengambil tema 'Mewujudkan Nilai-Nilai Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa', Makna yang ingin dikedepankan adalah, bagaimana memperkokoh Pancasila sebagai sumber nilai jatidiri bangsa dan sebagai fondasi sekaligus acuan dalam mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera, bersama tiga pilar dan konsesus nasional yaitu UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI," ujarnya.
Mendikbud menjelaskan, dalam era Globalisasi cenderung yang menguat adalah nilai-nilai lintas batas antar bangsa baik secara geografis, demografis maupun psikografis. Dan sejarah mencatatnya hanya bangsa yang memiliki ideologi yang kuat yang mampu bertahan.
"Oleh karena itu, kita harus bersyukur memiliki Pancasila yang membuat kita mampu menjaga jati diri bangsa. Sekali lagi, Pancasila adalah hasil perumusan dari konsensus nasional yang secara konstitutional dan moral mengikat setiap insan Indonesia," tegasnya. (nik)
(31) Dibaca - (0) Komentar
|
[ Kirim Komentar ]
|