Penyertaan Modal Rp300 Miliar
PT BLJ Bengkalis Diminta Serahkan Progres ke Dewan
Otonomi - Jefry
Selasa, 24/09/2013 - 19:32:05 WIB
 |
Jamal Abdillah
|
TERKAIT:
DARIRIAU.com - Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Jamal Abdillah menegaskan perusahaan PT BLJ Bengkalis agar secepat mungkin menyerahkan progres secara resmi ke dewan terkait penyertaan modal sebesar Rp300 miliar untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenga Gas dan Uap (PLTGU) di kecamatan Bukit Batu dan Pinggir, Bengkalis.
Direktur PT. Bumi Laksamana Jaya (BLJ) kabupaten Bengkalis melalui Humas Haspian Tehe, sebelumnya menyebutkan bahwa realisasi anggaran penyertaan modal Rp300 miliar untuk pembangunan PLTGU di kecamatan Bukit Batu dan Pinggir sudah dilaporkan ke pihak DPRD Bengkalis secara berkala.
Namun hal itu dibantah Ketua DPRD Jamal Abdillah. Dia mengatakan pihak PT.BLJ Bengkalis sampai sekarang belum pernah melaporkan secara resmi ke dewan pembangunan PLTGU di dua kecamatan tersebut.
"Tidak benar apa yang disampaikan PT BLJ Bengkalis melalui Humas (Haspian Tehe). Justru kita meminta pihak perusahaan plat merah itu menyerahkan progres penyertaan modal Rp300 miliar itu ke dewan," ungkap Jamal Abdillah kepada sejumlah wartawan Selasa (24/9/2013) di Gedung DPRD Bengkalis.
Politikus PKS ini juga mengaku belum mengetahui sejauhmana tahap pembangunan PLTGU di desa Buruk Bakul, kecamatan Bukit Batu dan desa Balai Pungut di kecamatan Pinggir tersebut. Bahkan Ketua DPRD termuda di Indonesia ini meminta supaya pihak PT. BLJ Bengkalis harus transparan dalam realiasi dana publik tersebut.
"Inikan dana publik. Tidak boleh ditutupi, harus diekspos ke publik," sebut pria yang disapa Eden ini dengan nada geram.
Apabila adanya penyimpangan dalam penggunaan penyertaan modal Rp300 miliar dalam artinya tidak dilaksanakan untuk pembangunan PLTGU pihak DPRD Bengkalis akan menolaknya. "Karena berdasarkan dalam peraturan daerah (Perda) uang negara sebesar Rp300 miliar itu diperuntukan pembangunan PLTGU di dua kecamatan tersebut," tegas Jamal Abdillah.(adi)
(135) Dibaca - (0) Komentar
|
[ Kirim Komentar ]
|