Razia Gabungan, Puluhan Angkutan Penumpang 'Siluman' Tak Beranjak
Jumat, 21/11/2014 - 18:23:15 WIB
DARIRIAU.com - Puluhan mobil berplat hitam tidak berani melanjutkan perjalannya dari Teluk Kuantan menuju Pekanbaru maupun sebaliknya. Sejumlah supir mengaku takut meneruskan perjalannya karena tidak jauh dari tikungan jalan Simpang Handoyo - Jake, Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuansing berdiri sejumlah petugas dari Kepolisian dan Dishub yang menggelar razia.
"Kita tunggu polisi tu pergi, baru kita jalan," kata salah satu supir Kijang Inova, Edi yang memang membawa penumpang ke dalam mobil pribadinya, Jumat (21/11).
Pantauan di lokasi, sejumlah petugas dari kepolisian dan dibantu dari Dishub sudah standby di pinggir jalan guna menghentikan sejumlah kendaraan yang melintas. Tidak hanya menghentikan angkutan barang dan penumpang, petugas juga menghentikan mobil berplat hitam jenis mini bus seperti, Kijang Inova, Avanza, AVP dan sejenisnya.
Razia yang digelar bukan tanpa alasan. Di Kuansing banyak terdapat mobil angkutan penumpang 'siluman'. Mobil pribadi yang rata-rata jenis mini bus banyak dijadikan angkutan oleh sejumlah warga Kuansing untuk mencari rezeki. Jasa angkutan ini menawarkan kepada penumpang antar alamat. Namun demikian, untuk tarif angkutan jenis ini, lebih mahal dari tarif angkutan umum biasanya. Terlebih dengan kenaikan harga BBM oleh pemerintah Joko Widodo - Jusuf Kalla.
Jika sebelum harga BBM naik, tarif angkutan 'siluman' ini mencapai Rp 70.000 per penumpang. Sedangkan saat ini, tarif angkutan dadakan ini mencapai Rp 100.000 per penumpang. "BBM naik kini bang, tu naik pulo ongkos le," kata Ijon supir Avanza warna hitam.
Hampir empat jam puluhan angkutan 'siluman' ini tidak melanjutkan perjalannya ke Pekanbaru. Tak palak, sejumlah penumpang juga turut mengeluhkan razia gabungan yang digelar petugas. "Lama lagi bang," tanya salah satu penumpang perempuan kepada supir. "Ntah sampai bilo polisi ko salosai," jawab Ijon.
Hingga berita ini dinaikkan, yakni pukul 18.10 WIB, puluhan supir belum juga berani meneruskan perjalannya. Sebab, razia yang digelar petugas bulum menunjukkan tanda-tanda mau usai. (gie)