DARIRIAU.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau melakukan aksi unjukrasa di depan gedung DPRD Provinsi Riau terkait penangkapan Gubernur Riau oleh KPK 26 September lalu tersebut.
Dimana dalam orasinya BEM Riau meminta kepada DPRD Riau menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat.
"Meminta kepada DPRD melaksanakan fungsi pengawasan secara serius dengan mementingkan kepentingan masyarakat Riau bukan mementingkan kekuasaan berkala," ujar Presiden Mahasiswa Universitas Riau Zulfa Hendri, Selasa (30/9/2014) saat berorasi di depan pintu gerbang Gedung Lancang Kuning.
Massa aksi juga meminta agar Lembaga Adat Melayu Riau ikut serta memberikan tunjuk ajar kepada seluruh elemen pemerintah tentang korupsi yang tidak sesuai dengan budaya Melayu.
"Kejadian ini sangat mencoreng citra Riau yang tidak lama lagi akan mengokohkan diri sebagai pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara. Untuk itu LAM harus menyatakan sikap keras agar kejadian serupa tidak terulang kembali dimasa kepemimpinan Gubernur Riau yang akan datang," lanjutnya.
Untuk itu BEM Riau meminta agar KPK juga mengusut tuntas kasus korupsi yang melibatkan orang nomor satu di Riau yang belum satu tahun menjabat. "Kita meminta kepada KPK juga agar ini disoroti dan dituntaskan sampai ke akar-akarnya," katanya.
Selain itu, massa juga meminta kepada DPR RI untuk tetap menjaga nama baik Provinsi Riau. "1 Oktober ini akan ada pelantikan. Tentunya kita meminta kepada DPR RI untuk tetap menjaga nama baik Riau," pintanya.
Massa aksi ketika itu diberikan dan diundang untuk menyampaikan aspirasi di gedung dewan. Namun massa enggan masuk ke gedung dewan dan tetap bertahan di gerbang gedung Lancang Kuning dan meminta anggota dewan menjumpai mereka.
Hingga pada akhirnya massa melempar alat pembersih telinga ke pintu gerbang karena menilai anggota dewan tutup telingga dan tidak menanggapi aspirasi rakyat. Hingga akhirnya massa membubarkan diri.
Menanggapi hal tersebut, Suparman sangat menyayangkan orasi yang dilakukan. Padahal DPRD sudah mempersiapkan tempat supaya menyampaikan aspirasi dengan baik.
"Gedung rakyat ini adalah tempat menyampaikan aspirasi, namun hendaknya pula menyampaikan secara santun sesuai budaya Melayu. Kita sudah siapkan tempat di ruangan medium," ujarnya.
Untuk itu, ke depan Suparman juga berharap agar seluruh elemen masyarakat menyampaikan aspirasinya dengan baik. "Kami terbuka tidak menghalangi siapa pun. Kita terima masukan guna pembanghnan Riau karena semua elemen memang harus dan ingin menyampaikan aspirasi silahkan saja," ujarnya.
Menanggpi tuntutan mahasiwa, Suparman bersama dengan anggota DPRD lainnya akan mengawasi dan menyerahkan sepenuhnya dan menghormati proses hukum yang berlangsung. "Tentu kita harus hormati proses ini. Kemudian mengikuti aturan-aturanya seperti apa. Kemudian aspirasi yang disampaikan tentu akan kita terima," tutupnya. (Dan)