| | | | | | | |
Rabu, 01 Oktober 2014  
DariRiau.com / Politik / Syarwan Hamid: Saya Tak Terkejut

Syarwan Hamid: Saya Tak Terkejut


Minggu, 28/09/2014 - 19:17:58 WIB
DARIRIAU.com - Tokoh masyarakat Riau sekaligus Mendagri tahun 1997-1999 Syarwan Hamid mengaku tidak terkejut dengan penangkapan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Gubernur Riau Annas Maamun pekan lalu. 

Namun Syarwan sudah memperkirakan bakal ada proses hukum terhadap orang nomor satu di Riau yang baru saja dilantik pada 19 Februari lalu, karena sebagian kasusnya terang-benderang tapi ditutup-tutupi.

"Saya surprise, karena sudah menduga sejak awal mana duluan KPK dan Bareskrim. Tapi ternyata proses KPK sangat kencang," ujar Syarwan Hamid di Jakarta, Ahad (28/9/2014).

Menurut Syarwan apapun kejadian yang menimpa Anas Maamun, semua pihak harus mengambil sisi positifnya. Karena sejak awal reformasi, diharapkan kepala daerah lebih memiliki kepedulian dengan kepentingan orang banyak dan menjadi contoh dalam menjalankan pemerintahan dengan cara-cara demokratis.

Ia berharap kejadian OTT tidak kembali menimpa kepala daerah di Riau baik Bupati/Walikota maupun Gubernur Riau berikutnya. Sebab kalau Anas Maamun nanti menjadi terpidana, maka sudah tiga Gubri menjadi terpidana menyusul Saleh Djasit dan Rusli Zainal.

Kepada tokoh-tokoh masyarakat Riau hendaknya terus menegakkan kebenaran dan jangan lagi cuma menumpang hidup kepada penguasa. Menurutnya kebenaran bisa dibeli tapi mengorbankan kebenaran itu sendiri. 

"Dunia belum kiamat kalau mau memperbaiki diri. Jangan silau dengan kekuasaan, kesetiaan itu pada kebenaran, bukan kepada penguasa atau pejabat. Kalau pejabat itu salah, ya harus diperbaiki, karena pejabat juga manusia biasa. Kalau tidak mau diganti, karena tugas pejabat itu melayani masyarakat. Jadi tidak perlu ditakuti," ujar mantan Kapuspen TNI itu.

Syarwan mempertanyakan legislatif dan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) yang terkesan sembunyi usai OTT KPK kepada Gubri. Padahal selama ini semua tahu, pimpinan DPRD Riau dan LAMR yang selalu membela secara membabi buta kepada Gubri tersebut. 

"Apa komentarnya pimpinan DPRD yang baru dilantik, begitu pun juga ketua fraksi yang sangat fanatik membela Anas Maamun? Kalau bertanggungjawab, mestinya minta maaf dan mundur. Sebab komentarnya baru saja dimuat di media dan semua orang masih mendengar," katanya.(gsu)

 
| | | | | | | |
| Redaksi | Info Iklan |
Copyright 2012 DariRiau.Com, All Rights Reserved