| | | | | | | |
Minggu, 20 April 2014  
DariRiau.com / Ekonomi / Dishub Pekanbaru Razia Travel Gelap

Dishub Pekanbaru Razia Travel Gelap


Rabu, 16/04/2014 - 19:48:20 WIB
DARIRIAU.com - Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Pekanbaru melaksanakan kegiatan rutin razia gabungan yang digelar di perbatasan Pekanbaru-Kampar, Rabu (16/4) pagi. 

Dari puluhan travel yang di stop petugas, satu travel bernomor polisi warna kuning BM 1171 JU jenis mini bus merek Daihatsu Luxio warna putih saat akan dicek kelangkapan surat izin trayeknya kabur dan nyaris menabrak petugas dilapangan dan kabur menuju Kampar.

Atas aksi brutal supir ini, Kepala Dishubkominfo Syafril MT yang langsung memimpin razia gabungan berang, dan mengecam pengemudi travel itu. Diketahuinya mobil putih tersebut sudah diketahui PO nya, yaitu PO Kerinci Indah.

"Ini tindakan yang tidak baik, padalah dia travel resmi plat kuning, dibadan mobilnya bertuliskan PO Kerinci Indah dengan plat nomor BM1171JU. Saya tegaskan agar pengemudi travel itu menyerahkan mobilnya ke Dishub, kalau tidak kamu akan ambil paksa," tegas Syafril saat dikonfirmasi DariRiau.

Dari pantauan dilapangan saat mengikuti proses razia, kejadian ini terjadi sekitar pukul 9.45 WIB, mobil travel warna putih jenis mini bus merek Luxio ini datang dari arah Pekanbaru hendak menuju Kampar. Mobil ini juga berkaca film hitam dan tidak diketahui jelas apakah berpenumpang atau tidak.

Saat akan dihentikan oleh petugas, awalnya mobil putih ini berjalan perlahan seakan mau berhenti melayani petugas. Namun saat itu mendadak mobil ini tancap gas dan hampir menabarak petugas dan kabur.

"Saat dicegat oleh petugas dia lari. Jadi dalam waktu dekat ini akan kami kandangkan travel itu, dan akan kami tangkap. Melalui media ini Kepada PO nya untuk dapat menyerahkan mobil ini ke Kantor Dishubkominfo Pekanbaru," ungkap mantan kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pekanbaru ini.

Dikonfirmasi kepada pengelola PO Kerinci Indah, Jon. Dia mengaku sudah mendapatkan informasi mengenai kejadian ini. Dikatakannya, bahwa yang membawa mobil itu tadi bukan supir aslinya.

"Saya sudah dapat infonya, tapi tadi itu bukan supir saya. Pengakuan supir saya yang membawa mobil itu, tadi mobilnya itu sempat di pinjam oleh agen di tepi jalan, mungkin karena kaget makanya dia kabur," katanya.

Ditanya soal mobil itu dan supirnya untuk datang ke Kantor Dishub, Jon menyebutkan akan memenuhinya. "Jika kami diminta untuk datang ke Kantor Dishub, saya akan penuhi dan saya kan bawa supirnya langsung. Apalagi PO kami resmi kok tidak travel gelap," sebutnya.

Razia gabungan ini selain Dishubkominfo, juga melibatkan Polisi Militer, Polantas Polresta Pekanbaru, dan juga Organda Pekanbaru. Semua travel yang melintas di stop, dan dilihat kelengkapan surat dan izinnya.

Fokus razia kali ini adalah travel plat hitam, yang banyak juga membuat terminal bayangan di sepanjang jalur menuju Kampar. Meski demikian travel yang berplat kuning tidak luput dari pemeriksaan petugas. Razia ini sendiri dimulai sekitar pukul 8.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. 

"Sasaran kami adalah travel plat hitam, karena dari laporan Organda Pekanbaru ada sekitar 2000 unit travel gelap yang tidak menggunakan plat kuning masuk dan keluar Pekanbaru. Dan baru 400 unit yang pindah ke plat kuning," ungkapnya.

Saat ditanya, Dishub sering melakukan razia, namun terminal bayangan masih menjamur, langkah seperti apa yang akan dilakukan dishub untuk menertibkannya? Syafril dengan tegas menyebutkan jika Dishub akan terus berkordinasi dengan pihak terkait seperi polisi.

"Ini merupakan kewajiban kita untuk merealisasikannya bagaimana BRPS berfungsi. Dan ini juga kami minta kesadaran kepada pengelola angkutan PO-PO. Karena kalau pimpinannya menyarankan masuk terminal dan tidak ngetime di jalan ini saya rasa bisa terwujud," katanya.

Untuk itu disarankan Syafril perlu kerjasama antara Dishubkominfo, Organda, pemilik PO untuk mewujudkannya. ‘’Kalau bandel kami tetap melakukan penertiban  sampai tertib dan sampai semua travel masuk ke terminal. Apalagi Pekanbaru saat ini menuju kota yang Metropolitan, jika jalannya semrawut, akan merusak kota," tandasnya. (Kho)
(0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
| | | | | | | |
| Redaksi | Info Iklan |
Copyright 2012 DariRiau.Com, All Rights Reserved