DARIRIAU.com - Kabut asap di Provinsi Riau semakin tebal dan berbahaya. Kondisi ini mengancam kesehatan yakni keracunan paru-paru bagi masyarakat yang terlalu banyak menghirup udara di Riau.
Spesialis paru RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dr Azizman Saad, mengatakan bahwa masyarakat Provinsi Riau idealnya sudah harus dievakuasi. Jika sebelumnya Azizman mengatakan masyarakat Riau harus mengungsi, kali ini Azizman meminta agar segera dievakuasi secara keseluruhan oleh pemerintah.
"Idealnya harus dievakuasi, karena kabut asap ini sudah berbahaya. Udaranya sudah tercemar dan mengakibatkan keracunan paru-paru kita," ungkap Azizman, saat dikonfirmasi melalui selulernya, Kamis (13/3/2014).
Karena kondisi sudah masuk pada kategori berbahaya, Azizman juga menyebut dari penelitiannya, bahwa masyarakat yang ada di dalam ruangan pun harus menggunakan masker. "Bisa kita lihat dari monitor itu (display ISPU) saja merah dan sudah berbahaya. Di ruangan ber-AC juga berbahaya, langkah lain tak ada, satu-satunya kita harus beranjak dari Pekanbaru ini," terangnya.
Mengetahui adanya rekomendasi dari spesialis paru-paru ini, Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi SSi, mengatakan bahwa pihaknya kini tengah mempertimbangkan adanya permintaan untuk meliburkan pegawai pemerintahan. Sebab, saat ini Kota Pekanbaru telah masuk pada fase darurat kabut asap dan Pemko Pekanbaru juga sudah bersurat kepada Gubernur Riau untuk memberitahu kondisi Kota Pekanbaru.
"Sudah kita laporkan kondisi di kota. Kalau permintaan pekerja diliburkan, itu belum, masih dibincangkan," ungkap Ayat Cahyadi.
Namun mengenai rekomendasi spesialis paru-paru agar masyarakat Riau segera evakuasi, Ayat sambil tertawa mengatakan, bahwa kondisinya belum separah itu. "Mau dievaluasi ke mana?" ujarnya sambil ketawa.
Pun begitu, dirinya sebagai Wakil Walikota menyambut baik pendaat kedokteran spesialis paru tersebut. Dengan begitu maka beranjak dari pendapat kedokteran ini maka masyarakat Kota Pekanbaru dapat lebih berhati-hati lagi. "Pendapat kedokteran memang bagus untuk mewarning, saya sebagai wawako melihat kondisi kota ini, warga kita anak-anak belajar terganggu, tentu kita minta bapak presiden menanggulangani ini," pintanya.
Hotspot Riau 137Berdasarkan pantauan satelit Aqua BMKG pusat, 13 Maret 2014 update pukul 05:00 WIB, jumlah hotspot di pulau Sumatera sebanyak 293, di Provinsi Riau sebanyak 137. Asisten I Setdaprov Riau Abdul Latif menjelaskan, sebaran Hotspot di Provinsi Riau saat ini berada di Enam Kabupaten/Kota, yakni di Kabupaten Bengkalis 65 titik, Meranti 33, Siak 17 titik, Pelalawan 11 titik, Indragiri Hilir 6 itik, dan Kota Dumai 5 titik.
Upaya penanggulangan kabut asap ini menurut Latif terus dilakukan, namun untuk water booming terkendala karena pekatnya asap, sementara untuk penyemaian garam untuk hujan buatan masih terus dilakukan. "Begitu juga dengan tim pemadam api dilapangan terus melakukan pemadaman, kita hanya berharap usah-usaha yang kita lakukan itu bisa membuahkan hasil, sehingga asap dinegeri ini hilang," pungkasnya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Riau Zainal Arifin mengatakan Jum'at 14 Maret 2014, akan mengumpulkan Kepala Dinas Kesehatan se Riau. Pertemuan yang rencananya berlangsung di Diskes Riau tersebut, juga akan melibatkan pihak BMKG, BPBD dan instansi tekait lainnya. "Untuk pegawai, besok, kita akan gelar pertemuan, namun yang pasti udara kita saat ini sudah sangat membahayakan," jelas Zainal Kamis (13/3).
Zainal menyebut, hasil pertemuan yang dilakukan tersebut, akan dilaporkan kepada Gubernur/Wakil Gubernur. Diskes sendiri menurut Zainal telah melakukan upaya agar jumlah masyarakat yang terkena ISPA dan penyakit lainnya tidak bertambah.
"Setiap pagi ada tim yang keliling menghimbau kepada masyarakat agar menggunakan masker, kalau keluar rumah agar memakai kaca mata, dan baju lengang panjang. Namun yang paling ditekankan adalah masyarakat untuk lebih baik berada didalam rumah," tegas Zainal.
Zainal juga mengatakan bahwa, melihat kondisi cuaca di Provinsi Riau yang terus saja memburuk, sudah wajar kalau masyarakat Riau diungsikan. ***
(0) Komentar
|
[ Kirim Komentar ]
|