| | | | | | | |
Rabu, 12 Maret 2014  
DariRiau.com / Otonomi / Dinsos Pekanbaru Butuh Panti Rehabilitas Tampung Gepeng

Dinsos Pekanbaru Butuh Panti Rehabilitas Tampung Gepeng


Rabu, 05/03/2014 - 23:19:11 WIB
DARIRIAU.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru mencatat setidaknya sudah memulangkan 5 gelandangan dan pengemis (Gepeng) asal Sumatera Barat dan Sumatera Utara terhitung dari bulan Januari-Februari 2014. Untuk tahun 2013 lalu, Dinsos telah menangkap dan memulangkan 150 Gepeng di perempatan lampu merah yang ada di Pekanbaru.

Demikian disampaikan Kepala Dinsos Kota Pekanbaru, Husnimar Abdullah melalui Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitas Dinsos, Eli Farsyah kepada wartawan, Rabu (5/3). Dari 150 gepeng yang ditangkap dari Januari sampai Desember 2013, sebanyak 65 gepeng berasal dari luar Pekanbaru, dan telah dipulangkan.

"Jadi ada 85 gepeng asal Pekanbaru, dan awal tahun 2014 kita sudah tangkap 5 gepeng dari Sumbar dan Sumut. Untuk tahun ini kita tetap optimis menertibkan gepeng, meskipun kita belum memiliki sebuah panti rehabilitasi gepeng," kata Eli.

Disebutkan Eli, karena Pemko Pekanbaru belum memiliki rumah singgah, maka setelah dilakukan penangkapan oleh Dinsos dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Pekanbaru, sebagai solusinya Dinsos tetap mengembalikan para gepeng ke kampung halamannya. Namun untuk gepeng yang berdomisi Pekanbaru, Dinsos tetap lakukan pembinaan.

"Jika setelah dipulangkan dan akhirnya kembali lagi ke Pekanbaru kita akan berikan sanksi tegas. Memang kendala kita sekarang tidak ada panti, kalau ada panti setiap dilakukan penangkapan kita bisa memberikan berbagai pelatihan keterampilan seperti belajar menjahit dan teknisi. Kemudian kita beri juga bimbingan keagamaan, kalau itu kita lakukan mereka (gepeng, red) tidak kembali lagi  ke  jalanan meminta-minta," bebernya.

Saat disinggung mengenai program seperti apa yang akan dilakukan Dinsos untuk memberantas gepeng di jalanan? Eli mengatakan, bahwa pihaknya tetap menjalankan program yang sama, seperti yang dilakukan tahun sebelumnya. Karena Dinsos tidak bisa berbuat banyak untuk menangani gepeng, hal ini disebabkan belum adanya panti rehabilitas untuk gepeng.

"Kuncinya kita harus miliki panti itu, sepanjang belum ada panti rehabilitas, para gepeng-gepeng tetap berkeliaran di Kota Pekanbaru. Kemudian selama kesadaran masyarakat masih memberi sumbangan di jalanan, selama itu pula para gepeng di Pekanbaru semakin banyak ditemui di perempatan lampu merah dan di jalanan," katanya.

Untuk itu, Dinsos juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di Pekanbaru, agar memberikan sumbangannya ke lembaga sosial yang resmi, jangan memberikan sumbangan di jalanan, karena belas kasih masyarakat akan memanjakan para gepeng untuk terus mengemis di jalanan dan malas untuk bekerja.

"“Maka kami sangat mengharapkan kerjasama masyarakat, sebenarnya imbauan larangan tidak memberi sumbangan di jalanan sudah ada kita pasang. Tapi tetap saja masyarakat kita masih memberi, akhirnya para gepeng menjadi keenakan terus meminta-minta," tandasnya. (Kho)
(0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
| | | | | | | |
| Redaksi | Info Iklan |
Copyright 2012 DariRiau.Com, All Rights Reserved