DARIRIAU.com - Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan membuka fakta menarik terkait kebakaran hutan di Riau. Ternyata ada sekitar 2.000 orang warga asal Sumatera Utara yang membakar kawasan Cagar Biosfer di Riau.
Hal tersebut disampaikan Menhut Zulkifli Hasan dalam kunjungannya ke Riau, Rabu (5/3). Sedianya, Menhut akan memimpin Apel Satgas Bencana Kabut Asap Provinsi Riau di Lapangan TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru, namun batal karena pesawat yang ditumpanginya tidak bisa mendarat karena kabut asap. Zulkifli baru tiba di Bandara SSK II Pekanbaru siang dan langsung menggelar rapat bersama di Lanud Roesman Nurjadin Pekanbaru.
Di hadapan Gubernur Riau Annas Maamum, Damrem 031/WB, Kapolda Riau serta Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Menhut berpesan agar aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku pembakar hutan dan lahan agar kabut asap yang terjadi saban tahun mencoreng muka Indonesia di mata internasional. "Tidak ada pilihan, harus ditindak tegas (pelaku pembakar hutan dan lahan). Tolong pak Danrem, pak Kapolda menindak tegas," ujar Zulkifli.
Politikus Partai Amanan Nasional itu mengatakan sesuai aturan UU, pembakar hutan dan lahan harus ditangkap dan lahannya bisa disita negara. Apalagi saat ini tidak hanya lahan saja yang dibakar tetapi sudah merambah ke Cagar Biosfer di Giam Siak Kecil. Cagar Biosfer yang dilindungi UNESCO ini menjadi lokasi terjadi kebakaran terparah dan menyebabkan kabut asap. Pembakaran di wilayah itu diduga sengaja sehingga mengalami kerusakan parah. Menhut menuding ada 2.000 orang asal Sumatera Utara (Sumut) membakar hutan di Riau.
"Kita buka-bukaan sajalah di sini. Tidak perlu ditutup-tutupi. Sekarang ini ada 2.000 warga asal Sumatera Utara yang membuka kawasan hutan di Cagar Biosfer di Riau. Mereka merambah kawasan hutan lalu membakar lahan untuk perkebunan sawit," katanya.
Menhut menjelaskan perambahan hutan di zona inti Cagar Biosfer dilakukan warga Sumut. Mereka sengaja didatangkan untuk melakukan perambahan hutan. Hasil kayunya dijual dan lahannya dibakar untuk perkebunan sawit. "Bisa Anda bayangkan, bus bisa masuk ke dalam kawasan zona inti Cagar Biosfer. Dan jumlah orangnya yaitu tadi, 2.000 orang," kata Menhut yakin.
Sayangnya, Menhut tidak menjelaskan secara detail, kapan warga asal Sumut itu didatangkan untuk menjarah kawasan Cagar Biosfer. Tidak juga dijelaskan, dari mana jumlah 2.000 orang itu didapatkan.
Di tempat yang sama, Komandan Satgas Tanggap Darurat Brigjen Agus Irianto mengatakan pihaknya menemukan gubuk-gubuk di Cagar Biosfer. Tidak hanya itu saja, ditemukan tumpukan kayu di sekitar kanal yang ada di kawasan konservasi tersebu. "Sekarang barak-barak tempat para perambah sudah kita bakar. Namun kita tidak lagi menemukan pelaku perambah hutan ada di sana," kata Agus dimuat detikcom.
Sampai sekarang, lanjut Agus, tim TNI masih berada di lokasi untuk memadamkan api. Sebelumnya, tim melakukan pemantauan lewat udara. "Masih terlihat ada pakaian yang dijemur di sekitar gubuk. Itu menunjukan saat itu masih ada aktivitas di sana. Begitu tim kita terjunkan, barak sudah ditinggalkan," kata Agus.(jel)
(0) Komentar
|
[ Kirim Komentar ]
|