DARIRIAU.com - Pangko Ops AU I Marsda TNI M. Syaugi,S.Sos, Selasa siang (25/2) meninjau pembangunan Sekadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.
Dalam peninjaun ini Pangko Ops AU I Marsda TNI M. Syaugi,S.Sos bersama rombongan didampingi langsung oleh Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Kolonel Penerbangan Andyawan.
Dalam kunjunganya dia melihat pembangunan-pembangun yang saat ini masuk tahap finising. Diantaranya fasilitas pendukung yang dibangun di antaranya berupa hanggar pesawat, shelter dan taxi way. Hanggar pesawat, perkantoran, apron, tempat amunisi dan pembangunan perumahan personil sebanyak 64 unit.
"Ini diharapkan selesai sebelum pertengahan tahun 2014 ini. Karena pertengahan ini pesawat diharapkan akan datang. Ada 24 buah pesawat yang dibeli dari Amerika dan nantinya akan diletakan di Sekadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru dan separuhnya di Madiun," ujarnya.
Pesawat yang dibeli dari Amerika tersebut jumlahnya sebanyaj 24 buah jenis F-16. "Dan nantinya akan ditempatkan sebagian di sini. Pesawat tersebut bukan pesawat baru namun sudah dimodifikasi sesuai dengan kemampuan. Dan penempatanya di skadron-sekadron disini dan sisanya di Madiun, namun memang belum diputuskan," paparnya lagi.
Lebih lanjut disampaikanya skadron pesawat di Indonesia tersebar di sejumlah wilayah. Untuk pesawat tempur di Pekanbaru sendiri memiliki Skadron Hock 100 dan 200, kemudian di Pontianak, Lanud Iswahyudi ada skadron Hock MK-53, di Makassar sekadron sukoi, Malang skadron Super Tukano.
"Untuk di Indonesia memang tersebar di sejumlah wilayah yang ada misalnya di Pekanbaru ada skadron Hock 100 dan 200 kemudian ada di Pontianak, di Lanud Iswahyudi, di Makassar, di Malang," lanjutnya.
Menurutnya saat ini memang peszwat tempur yang ada di Indonesia sudah cukup banyak. Namun, dengan luas wilayah Indonesia yang cukup luas memang perlu terus melakukan penambahan-penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) udara.
"Memang sudah cukup banyak tapi melihat luas wilayah nusantara kita ini perlu penambanhan dan penyesuaian. Kalau untuk F-16 baru satu di Madion dan ditambah dengan disini," ujarnya.
Dengan menggunakan pesawat tempur F-16 tersebut ada beberapa kelebihan dengan dan perbedangan dengan pesawat yang lainya. Namun, tentu saja memiliki kegunaan untuk memperkuat pertahanan udara di Indonesia. "Bisa penembakan misi penembakan udara ke darat atau udara ke udara. Memiliki kemampuan yang cukup canggih. Sukoi memiliki kemampuan juga tetapi bikinan Rusia kalau ini Amerika. Kita banyak pesawat-pesawat dari nato," pungkasnya.
Dipilihnya Riau menjadi menjadi tempat dibangunya Skadron Udara 16 ini karena Riau berdekatan dengan Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga.
"Kenapa di Riau karena ini merupakan restra yang sudah kita terapkan terdahulu. Jadi Ini merupakan penambahan satuan yang ada di Wilayah Riau karena dihadapkan dengan selat malaka yang begitu prodit, pelanggaran-pelanggaran wilayah udara yang begitu banyak. Sehingga perlu kehadiran pesawat F-16 ini," tambahnya.
Sementara itu, untuk pembangunan Skadron ini menurutnya sudah sekitar 90 persen tinggal saja finising. Untuk itu diharapkan akhir Maret 2014 ini pembangunan bisa selesai. Berdasarkan peninjaun tersebut dirinya merasa puas dan sesuai dengan yang diharapkan.
"Saat ini pembangunan ini sudah 90 persen dah harapan kita pada akhir bulan Maret mendatang pembangunan sudah selesai. Makanya hari ini sayang datang langsung untuk melihat sejauh mana pembangunannya. Apakah sudah betul dan sesuai dan secara garis besar sudah cukup sesuai dengan apa yang kita inginkan. Ya, kalau hal-hal kecil mungkin ada yang kurang. Misalnya jendela kurang miring sedikit atau hal lainya. Tapi yang jelas ini sudah sesuai dengan yang kita harapkan tinggal penyelesaian saja," tutupnya. (Dan)
(0) Komentar
|
[ Kirim Komentar ]
|