| | | | | | | |
Senin, 03 Maret 2014  
DariRiau.com / Politik / Riau KLB Kabut Asap

Riau KLB Kabut Asap


Selasa, 25/02/2014 - 21:31:15 WIB
DARIRIAU.com - Pemerintah Provinsi Riau akhirnya menetapkan dampak kabut asap yang terjadi saat ini sebagai Kasus Luar Biasa (KLB). Penetapan KLB ini seiiring tujuh Kabupaten dan Kota telah menetapkannya sebagai Kasus tanggap darurat.

"Dari rapat tadi, Tujuh daerah yakni Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Indragiri Hilir (Inhil), Indragiri Hulu (Inhu), Siak, Pelalawan, Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai, telah menetapkan daerah mereka sebagai daerah tanggap darurat dampak kabut asap, karena itulah kita telah menetapkan Provinsi Riau sebagai KLB kabut asap," kata Gubernur Riau H Annas Maamun kepada wartawan usai memimpin rapat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan dengan pihak perusahaan di Riau, Selasa (25/2) siang.

Menurut Annas, penetapan KLB oleh Provinsi Riau berdasarkan rapat yang sama dilakukan Kabupaten/Kota di Provinsi Riau yang terkena imbas kabut asap. Karena untuk dikatakan status KLB, minimal 7 Kabupaten/Kota yang dinyatakan tanggap darurat.

Menurut Annas yang menetapkan kondisi tanggap darurat itu adalah status di Kabupaten/Kota, karena Pemprov Riau tidak memiliki wilayah, yang ada itu Kabupaten/Kota. Status KLB dikeluarkan jika daerah benar-benar sudah parah keadaan asapnya.

Dengan telah ditetapkannya Provinsi Riau sebagai status KLB kabut asap, Pemprov Riau segera akan mengirim surat ke Pemerintah pusat untuk meminta bantuan penanganan, apalagi jumlah Karhutla yang terjadi saat ini sudah semakin menyebar dan sudah semakin banyak penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Jika nantinya pusat tidak menanggapi usulan bantuan yang ditawarkan Riau, maka anggaran penanggulan hanya bergantung pada anggaran tanggap darurat sebesar Rp10 miliar, termasuk sumbangan dana bantuan dari perusahaan-perusahaan di Riau termasuk berbagai peralatan pemadaman.

"Kalau pusat tak mau memberikan bantuan, anggaran yang ada pada kita, Pemda dan perusahaan akan digunakan. Total perusahaan yang siap memberikan bantuan 257 perusahaan," papar Annas.

Dia mengatakan, untuk pencegahan jangka panjang, ke depan di setiap Kecamatan dan desa akan ditempatkan minimal 5 mobil pemadam kebakaran, sehingga begitu terjadi kebakaran hutan dan lahan, bisa segera dipadamkan. "Akan ada juga petugas pemadam yang akan diberi honor, dengan seperti itu, kita berharap masalah asap yang terjadi setiap tahunnya ini bisa dihilangkan," pungkasnya.

Annas juga menegaskan akan melakukan tindakan tegas terhadap pelaku pembakaranan hutan dan lahan, pihak kepolisian telah diminta untuk menangkap setiap pelaku pembakar hutan dan lahan.

Titik Api
Berdasarkan pantauan Satelit Terra dan Aqua yang didapat Badan Metreologi Klimatologi dan Giofisika (BMKG) Pusat, jumlah titik api (hotspot) pada Selasa (25/2/14) pukul 05.00 WIB total titik panas di Sumatera ada 171 titik, sedangkan total titik panas di Riau mencapai 145 titik. Dari jumlah tersebut, Bengkalis terdapat titik api terbanyak 117 titik panas, Dumai terpantau ada 16 titik panas, Rohil 10 titik panas, Merati 1 titik api sedangkan di sejumlah titik di Kabupaten lainnya tidak ada terpantau titik api.

Jika dibandingkan sehari sebelumnya, jumlah titik api pada Selasa berkurang cukup drastis. Pada Senin lalu jumlah titik panas mencapi 1.234 titik. "Pagi ini terpantau ada 145 titik panas yang terpantau oleh satelit," kata Staf BMKG Pekanbaru, Ahmad Agus Widodo, Selasa (25/2).

Lebih lanjut disampaikanya untuk potensi curah hujan di langit Riau untuk bulan Februari ini memang sangat kecil. Namun, di sejumlah daerah bagian barat yang ada di Riau potensi hujan hanya bersifat lokal dan kecil misalnya di Kabupaten Rokan Hulu, Kampar dan Kuantan Sengingi.

Pada pertengahan Maret mendatang diperkirakan potensi hujan akan meningkat. "Potensi hujan masih sangat kecil bersifat lokal itu ada di bagian barat seperti Rohul, Kampar ,Kuansing. diperkirakan maret pertengahan curah hujan meningkat," sebutnya. (nik/jel)
(0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
| | | | | | | |
| Redaksi | Info Iklan |
Copyright 2012 DariRiau.Com, All Rights Reserved