| | | | | | | |
Senin, 10 Maret 2014  
DariRiau.com / Ekonomi / Penerbangan Terganggu Akibat Asap, Bandara Rugi

Penerbangan Terganggu Akibat Asap, Bandara Rugi


Selasa, 25/02/2014 - 14:41:14 WIB
DARIRIAU.com - Kabut asap akibat terbakarnya lahan di sejumlah daerah di Riau masih menggangu jadwal penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. 

Airport Duty Manager SSK II Pekanbaru, Ibnu Hasan saat dikonfirmasi DariRiau, Selasa (25/2) menyebutkan kabut asap sangat mengganggu aktifitas penerbangan keberangkatan dan kedatangan di SSK II. Dari 16 jumlah kedatangan dan keberangkatan, 5 diantaranya dialihkan ke Batam, Singapura dan Kuala Lumpur.

"Kalau kabut asap terus seperti ini, tentunya jumlah keberangkatan dan kedatangan mengalami penundaan. Ini saja dari 16 pesawat, 5 sudah pesawat dialihkan 3 ke Batam, 1 Singapura dan 1 Malaysia," kata Ibnu Hasan.

Disebutkannya, dari pukul 05.00 Wib jarak pandang di Bandara SSK hanya 500 meter dan jarak pandang tersebut selalu berubah-ubah, dari pukul 06.10 Wib 1000 meter, pukul 07.15 menurun 700 Meter dan naik kembali hingga pukul 11.00 Wib berjarak hanya 1000 meter. Ia juga menyebutkan jika jarak pandang dibawah 500 meter, semua penerbangan dan kedatangan akan dibatalkan semua.

"Untuk takeoff minimal jarak pandang 500 meter, kalau untuk landing minimal 1000 meter , tetapi semua itu tergantung dengan co pilotnya jika jarak pandangnya 800 meter, itu tanggung jawab dari awak pesawat apakah akan landing atau tidak. Tetapi kalau dibawah 800 tentunya tidak diperbolehkan mendarat demi kenyaman dan keselamatan para penumpang," jelasnya.

Dijelaskan lebih jauh, jika hari biasa tanpa adanya kendala kabut asap, pihak SSK II Pekanbaru melayani 80 kali jumlah penerbangan. Namun dengan adanya kendala yang disebabkan oleh asap, semua jenis pesawat mengalami penundaan bahkan dipindahkan ke bandara yang lain.

"Dalam satu hari ini, terhitung dari pukul 05.00 wib-11.00 wib belum ada penerbangan sekalipun. Ini saja untuk penerbangan arah ke Pekanbaru dari Jakarta dengan jenis pesawat Lion Air JT. 388 pukul 7. 40 wib dan Garuda GA. 170 pukul 08.10 wib terpaksa dialihkan ke Batam,” ungkapnya.

Masih dikatakan Ibnu, secara normal untuk  kedatangan dari dan ke Pekanbaru, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 10 ribu dalam seharinya artinya sekitar 80 pesawat datang dan berangkat. Namun dengan kondisi cuaca yang seperti ini tentunya pihak bandara mengalami kerugian.

Saat ditanyakan mengenai jumlah kerugian yang dialami pihak SSK II terkait menumpuknya jumlah penumpang dalam waktu sehari, Ibnu Hasan menyebutkan tidak tahu secara pasti jumlah kerugian untuk setiap awak pesawat.

“Kalau untuk kerugian pasti ada lah, namun untuk lebih detailnya saya tidak mengetahui secara rincinya dan itu bukan kapasitas saya untuk berkomentar. Tentunya dengan adanya penundaan pesawat dan banyaknya penumpang yang mengalami penundaan keberangkatan ini jelas mengecewakan para penumpang,” katanya lagi.

Terkait harapan dari pihak bandara SSK II kepada pemerintah, Ibnu menyebutkan dengan No Comment. Akan tetapi, ia berharap kalau bisa jangan sampai ada lagi kejadian alam yang seperti ini. “Saya No Comment untuk mengomentari Pemerintah. Tentunya pemerintah lebih tau dan faham akan bahaya yang berdampak negatif bagi masyarakat luas,” urainya.

Sementara itu, Pandu warga Sukajadi Pekanbaru yang hendak berangkat ke Jakarta menggunakan pesawat Lion Air harus mengalami kekecewaan karena pesawat yang hendak ditumpanginya mengalami penundaan yang belum bisa dipastikan.

"Kalau seperti ini terus dan tidak ada kepastian dari pihak SSK tentunya saya sebagai penumpang merasa kecewalah. Saya juga minta kepada pemerintah untuk cepat tanggap menyelesaikan kasus kebakaran lahan yang ada di Pulau Sumatera ini,” kata Pandu saat ditemui di ruang tunggu Bandara SSK II Pekanbaru.

Lain halnya dengan penumpang Garuda Indonesia yang bernama Sri Rahayu yang ditemui di Bandara meminta kepada Pemerintah untuk cepat tanggap menyelesaikan permasalahan yang ada di Riau. 

"Saya minta kepada Pemerintah untuk bergerak, jangan menunggu ada korban dulu baru bertindak. Ini sudah sangat meluas sekali kabut asap di Sumatera karena sudah menyebar hingga ke negara tetangga," tandasnya. (Kho)
(0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
| | | | | | | |
| Redaksi | Info Iklan |
Copyright 2012 DariRiau.Com, All Rights Reserved