| | | | | | | |
Senin, 03 Maret 2014  
DariRiau.com / Otonomi / DPRD: Pasar Semrawut Tapi Dapat Penghargaan WTN

DPRD: Pasar Semrawut Tapi Dapat Penghargaan WTN


Minggu, 02/02/2014 - 23:11:23 WIB
Pedagang menggunakan jalur lambat menjadi tempat menggelar dagangannya
TERKAIT:
DARIRIAU.com - Kondisi Pasar Arengka yang berada di persimpangan Jalan Soekarno Hatta - HR Soebrantas dan Jalan Adi Sucipto, semakin hari semakin semrawut.

Selain becek, pedagang juga menggunakan jalan umum dan trotoal sebagai tempat menggelar dagangannya, serta kendaraan yang diparkir di badan jalan sehingga menyebabkan jalan tersebut macet setiap saat.

Pemerintah Kota sebenarnya telah sejak lama mewacanakan melakukan penertiban pedagang dan memasukkan kembali mereka ke dalam pasar. Namun hingga kini pemerintah melalui Satpol PP dan Dinas terkait seperti kehabisan akal menertibkan pasar milik swasta tersebut.

Sementara itu, kalangan Dewan meminta agar pasar ini segera ditata sebagai pasar yang berada di pintu masuk Kota Pekanbaru. Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Zaidir Albaiza SH, menyayangkan Pemko Pekanbaru terkesan tidak serius dalam menata pasar tersebut. Karena dari tahun ke tahun kondisinya tetap semrawut.

"Kita mendesak pemerintah untuk membenahi kondisi pasar yang tak tertib ini dengan penataan pedagang untuk berjualan di tempat yang telah ditentukan. Ini butuh ketegasan tak bisa himbauan saja," kata Zaidir, Minggu (2/2).

Karena Pasar Arengka ini pintu masuk bagi tamu dari daerah tetangga, maka cerminan Kota Pekanbaru akan dinilai dari kondisi pasar ini. Maka, menurut Ketua Badan Legislasi DPRD Kota Pekanbaru ini, hal pokok yang seharusnya diperhatikan adalah pasar yang ada di pintu masuk kota.

"Harus segera diperhatikan pasar-pasar yang menjadi cerminan kebersihan Kota Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi Riau," terangnya.

Mirisnya lagi, terang Politisi PKB ini, meskipun kondisi pasar yang berada di pintu masuk Kota Pekanbaru ini semrawut, namun Kota Pekanbaru tetap memperoleh piala Wahana Tata Nugraha (WTN) sebagai penghargaan bagi kota yang tertib lalu lintas, serta Piala Adipura sebagai kota yang bersih.

Dengan kondisi ini, Zaidir melihat ada persoalan dalam raihan piala tersebut. Karena dengan kondisi Pasar Arengka saja, sudah tak pantas Kota Pekanbaru ini dinilai bersih. Namun menurut Zaidir, tentu ada penilaian lain dari tim yang turun ke Kota Pekanbaru. "Segera lakukan eksekusi di lapangan, jangan sekedar himbauan, Pemko melalui dinas terkait menjalin kerja sama dengan pengelola pasar supaya serius menata pasar. Jika ada yang melanggar beri sanksi tegas," pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dengan tegas akan segera menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang masih berjualan di badan jalan. Selain untuk memperdayakan kembali jalur lambat di lokasi tersebut, penertibkan PKL tersebut dilakukan untuk pembangunan jembatan Fly Over yang akan dibangun pada tahun 2014 ini.

Walikota Pekanbaru, H Firdaus ST MT menyatakan jika jalur lambat yang berada di Pasar Pagi Arengka belum dimaksimalkan oleh pejalan. Wako juga meminta kepada PKL untuk berjualan di lahan pasar yang sudah disediakan.

"Sudah cukup lama Pemko biarkan mereka (Pedagang, red), berjualan sampai memakan badan jalan. Oleh sebab itu kita minta kesadaran para pedagang. Karena Jalur lambat juga akan kita fungsikan kembali. Dan juga, akan dibangun fly over oleh Pemprov tahun 2014 ini,” katanya beberapa waktu lalu.

Firdaus, berharap agar PKL memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan. Untuk itu, dirinya berharap kesadaran dari para PKL yang sudah mendiami kawasan yang tidak diperbolehkan untuk berjualan tersebut. "Kita minta PKL untuk masuk kebelakang, kalau nanti tidak cukup juga lahan berjualan didalam pasar, kita akan cari tempat penampungan yang lain. Namun kita sudah data untuk tempat berjualan dibelakang, itu cukup untuk menampung para pedagang. Kita bukan menyuruh untuk pindah, namun bergeser kebelakang saja, agar tidak memakan badan jalan,” ungkapnya.

Masih kata Firdaus, dengan rencana untuk mengaktifkan jalur lambat seperti yang berada di jalan Soebrantas Panam, PKL yang berada disepanjang jalan arengka, nantinya akan dibersihkan, dan tidak diperkenankan berjualan hingga memakan badan jalan.

"Harapan kita memang untuk secepatnya, agar jalur lambat yag berada di pasar arengka segera diselesaikan. Kita harapkan kesadaran yang lebih dari para pedagang jangan menunggu ditertibkan dahulu. Semuanya harus dilakukan dengan kesadaran, ini kota dan rumah kita, kita harus sama-sama menjaga Kota Pekanbaru,” tutup Wako. (dni/Kho)
(0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
| | | | | | | |
| Redaksi | Info Iklan |
Copyright 2012 DariRiau.Com, All Rights Reserved