| | | | | | | |
Kamis, 27 Februari 2014  
DariRiau.com / Politik / Zaidir: Ini Bentuk Pelecehan Terhadap Caleg

RSJ Sediakan Kamar Khusus Untuk Caleg Stres
Zaidir: Ini Bentuk Pelecehan Terhadap Caleg


Selasa, 21/01/2014 - 17:22:38 WIB
DARIRIAU.COM - Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan, Pekanbaru, menyediakan kamar khusus bagi caleg (calon anggota legislatif) yang stres akibat gagal pada Pemilu bulan April mendatang. Hal tersebut guna mengantisipasi kalau-kalau ada caleg yang tergoncang kejiwaannya.

Namun hal tersebut ditanggapi Keras oleh Caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Zaidir Albaiza. Menurut Zaidir yang saat ini merupakan anggota DPRD Kota Pekanbaru tersebut, pernyataan pihak RSJ Tampan tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap putra-putri terbaik daerah yang majusebagai calon wakil rakyat.

"Ini sama saja pihak RSJ menyebut kita sebagai caleg yang tidak siap. Apa maksud RSJ mengekspos pernyataan itu," sebut kata Zaidir dengan nada kesal.

Padahal, sebut Politisi PKB ini, sebelum para caleg maju mencalonkan diri, mereka telah mengikuti tes kejiwaan di RSJ. Dengan statemen dari pihak rumah sakit yang menyebut telah menyediakan tempat, maka sama saja RSJ tidak komit terhadap rekomendasi yang telah diberikan kepada caleg dulunya.

"Berarti bisa dikatakan kemarin RSJ asal mengeluarkan hasil tes. Mereka tak komit dengan hasil tes yang telah dilangsungkan di rumah sakit," paparnya saat berbincang dengan DariRiau.com, Selasa (21/1).

Dengan pernyataan RSJ ini, Zaidir menilai bahwa pihak rumah sakit menyebut para anggota dewan dan caleg saat ini masih labil dan tidak siap dalam pileg nantinya.

"Padahal, caleg inilah yang paling siap menang dan kalah dalam pemilihan, buktinya tak pernah saya dengar ada caleg yang kalah mengajukan gugatan ke MK," kata Zaidir.

Ditambahkan Zaidir, jika memang ada upaya persiapan dari RSJ untuk masyarakat yang sakit, dalam hal ini kejiwaan para caleg, harusnya tak perlu diespos ke media karena jutaan caleg di Indonesia tersakiti hatinya atas pernyataan tersebut.

"Saya pribadi yang maju lagi sebagai anggota dewan nantinya juga merasa dilecehkan dengan pernyataan itu. Kita berharap jangan dianggap remeh para caleg di negeri ini," pungkasnya.

Sebelumnya, sebagaimana dimuat di salah satu media lokal, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan Pekanbaru menyiapkan belasan kamar khusus untuk melayani pasien yang berasal dari calon legislatif, yang depresi akibat gagal menjadi anggota legislatif pada Pemilu Legislatif 9 April 2014.

"Setidaknya ada sepuluh kamar lebih yang disiapkan khusus," kata Juru Bicara RSJ Tampan, Donna. 

Fasilitas kamar yang disiapkan untuk Caleg stres jauh berbeda dengan kamar biasanya. Pihak rumah sakit menyiagakan ruangan VIP serta ruang utama, plus dokter kejiawaan untuk membantu proses pengawasan pasien khusus dari kalangan politisi.

Bahkan, di setiap kamar itu dilengkapi lemari pendingin dan televisi berwarna. Ia menjelaskan, persiapan tersebut bertujuan guna mengantisipasi banyaknya Caleg yang gagal dalam Pemilu Legislatif mengalami depresi tinggi dan gangguan jiwa.

"Ini karena pasien dari Caleg diperkirakan akan berbeda kasus dan penanganannya," ujarnya.

Selain itu, pasien dari politisi biasanya berasal dari kalangan berduit, sehingga biasanya keluarga pasien memilih perawatan di ruangan kelas VIP.

Meski begitu, Donna mengatakan, kendati memperoleh faslitas lebih, namun perawatan terhadap caleg stres tidak jauh berbeda dengan pasien umum lainnya. Menurut dia, biasanya Caleg yang gagal mengalami depresi atau kecemasan cukup parah.

"Kami membantunya dengan terapi dokter yang disiapkan di rumah sakit," katanya, dimuat menittvcom.

Ia memperkirakan, jumlah caleg yang akan mengalami gangguan jiwa setelah Pemilu bakal banyak. Karena itu, ia menyarankan bagi Caleg yang akan bertarung di Pemilu hendaknya memeriksakan psikologi agar menghindari stres jika tidak terpilih pada pesta demokrasi mendatang.(jef)

(0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
| | | | | | | |
| Redaksi | Info Iklan |
Copyright 2012 DariRiau.Com, All Rights Reserved