| | | | | | | |
Sabtu, 07 Februari 2015  
DariRiau.com / Otonomi / Zaidir: PU Melukai Hati Rakyat

Zaidir: PU Melukai Hati Rakyat


Kamis, 09/01/2014 - 13:55:08 WIB
DARIRIAU.com - Banyaknya jalan umum di Kota Pekanbaru yang rusak berat dan belum diaspal, dituding anggota DPRD Kota Pekanbaru Zaidir Albaiza akibat Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang tidak bijak menyusun program.

Padahal, perbaikan jalan-jalan tersebut sudah diajukan DPRD agar dibahas di dalam Musrenbang Kota. Namun ternyata lain yang diusulkan lain pula yang diperbaiki.

Oleh sebab itu Politisi PKB tersebut menilai Pemerintah Kota Pekanbaru khususnya Dinas PU tidak tanggap menyikapi aspirasi masyarakat yang telah diterima DPRD melalui reses setiap tahunnya. Akibatnya, selain merugikan masyarakat banyak juga melukai hati rakyat.

Zaidir menyebutkan banyak jalan yang rusak parah, bahkan sudah seperti kubangan kerbau yang dibiarkan tidak diperbaiki begitu lama. Bahkan jalan-jalan tersebut berada di tengah kota.

"Seperti jalan Bahana, Jalan Todak, Soekarno Hatta dekat Pasar Pagi Arengka kondisinya rusah parah. Saking rusaknya ada masyarakat yang protes dengan menanam sawit di tengah jalan yang berlumput," kata Zaidir yang merupakan Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRD Kota Pekanbaru tersebut.

Namun anehnya, lain yang rusak lain yang diperbaiki. PU malah mengaspal jalan yang kondisinya masih tergolong baik seperti di jalan Kereta Api.

"Ini melukai hati rakyat namanya. Karena berulang kali memasukkan ke Musrembang juga melalui reses Dewan. Tetapi PU seakan tak peduli dan bekerja semaunya," keluh Zaidir.

Sementara itu, apa yang disampaikan Zaidir ternyata juga dirasakan masyarakat banyak. Sejumlah masyarakat juga mengaku heran pemerintah pada akhir tahun lalu lebih memilih melakukan semenisasi terhadap jalan di lingkungan perumahan daripada memperbaiki jalan umum.

"Jalan Purwodadi ujung hingga jalan Datuk Tunggul menuju jalan Cipta Karya ujung kondisinya parah. Kalau musim hujan seperti ini jalannya berlubang dan becek dan berlumpur. Tapi anehnya pemerintah malah memperbaiki jalan di lingkungan perumahan yang seharusnya menjadi tanggungjawab pengembang," kata Ariadi, warga jalan Purwodadi.

Ariadi berharap agar kedepannya pada tahun 2014 ini pemerintah kota bisa lebih bijak membuat program. "Tidak masalah mengaspal atau menyemen jalan lingkungan perumahan tapi buat skala prioritas, mana yang lebih dibutuhkan masyarakat," ujarnya. (jef)

 
| | | | | | | |
Redaksi
Copyright 2012-2015
PT. INSPIRASI DARI RIAU, All Rights Reserved