| | | | | | | |
Rabu, 19 Februari 2014  
DariRiau.com / Hukrim / Ervina Berdalih Adit Nakal

Penganiaya Bocah Ditangkap
Ervina Berdalih Adit Nakal


Kamis, 19/12/2013 - 22:35:36 WIB
DARIRIAU.com - Pelaku penganiayaan terhadap Adit, bocah yang telantar dalam kondisi terluka di sekujur tubuh akhirnya ditangkap. Pelakunya tidak lain adalah ibu tiri dan ayah kandung Adit. Orang tua kejam ini mengaku tidak tahan dengan kelakukan Adit.

Kedua pelaku diketahui bernama Surya Atmaja, usia 35 tahun dan Ervina, usia 36 tahun. "Mereka Bapak kandung dan ibu tiri Adit," kata Kapolres Kampar AKBP Ery Apriyono di Mapolres, Kamis (19/12) petang.

Keduanya ditangkap pada pukul 13.00 WIB di Desa Danau Lancang, Tapung Hulu, Kampar. Kawasan ini berdekatan dengan alamat yang disampaikan Adit, yakni Ujung Batu, Rokan Hulu. "Mereka berada di rumah manajer perkebunan yang juga atasan Surya," jelas Ery.

Surya dan Ervina telah dipantau sebelumnya. Mereka meninggalkan rumah sejak pagi, sekitar pukul 08.00 WIB. Kemudian, ketika kondisi memungkinkan, keduanya ditangkap dan langsung dibawa ke Mapolres. Ervina dan Surya masih diperiksa polisi. Polisi mendalami motif perlakuan kasar terhadap Adit.

"Adit hidup bersama keduanya sejak April 2012. Sebelumnya, ia bersama uwaknya di Medan," kata Kapolres. Karena penyidik masih memeriksa, Ery belum bisa menjelaskan kapan Ervina dan Surya menikah. Yang jelas, Surya sudah resmi berpisah dengan ibu Adit. Ibu kandung Adit diduga hidup di Medan.

Dari hasil pernikahan dengan Surya, Ervina memiliki satu anak berusia 2 tahun. "Anaknya saat ini dalam penanganan kami," jelas Ery.

Lantas apa alasan pasangan ini membuang Adit di kebun sawit? Ervina mengaku tega melakukannya karena kesal dengan ulah nakal Adit. Saat diwawancarai, Ervina menuturkan dirinya kehabisan sabar menghadapi tingkah Adit. Puncak kekesalannya dilampiaskan dengan menganiaya Adit.

"Dia suka ganggu adiknya. Suka mukul anak tetangga. Saya kesal liat dia, makanya saya pukul," jelasnya. Ervina mengatakan, melihat tingkah Adit yang nakal dia tidak bisa menahan amarah. "Tidak mungkinlah saya mukul anak tanpa alasan. Saya pukul dia kan karena anak itu nakal. Mana mungkin kalau tak nakal saya pukul. Saya masih punya akal, masak mukul nggak ada penyebab. Bukan cuma saya, saat Adit bersama uwaknya di Medan juga dipukul. Mereka saja tak tahan menjaga Adit, dan saya pun tak sanggup menjaganya karena nakal kali dia," kata Ervina yang menyebut Adit bernama asli Aditya. Usianya bukan 6 tahun, tapi 8 tahun.

Tak tahan dengan tingkah Adit, Ervina dan Surta Atmaja yang tak lain ayah kandung dari Adit sepakat untuk membuangnya di perkebunan sawit. "Kami sudah tak tahan dengan tingkat Adit yang nakal. Sanak famili kami tak ada yang tahan menampung Adit. Makanya kami bersepakat awalnya mau menitipkannya ke pantai asuhan. Tapi kami panik tak tahu dimana ada panti asuhan," kata Ervina di Mapolres Kampar.

"Karena kami panik, ya sudahlah kami taro saja Adit di pinggir kebun sawit. Kami kasih makanan ringan dan minum. Biar Adit bisa bertahan sampai nantinya dijumpakan orang yang lewat," cerita Ervina dengan santai.

Ervina mulanya berharap akan ada orang tua asuh yang mau merawat Adit. "Saking paniknya mau dikemanakan Adit ini, ya sudahlah kami tinggalkan saja di kebun sawit, mudah-mudahan diambil orang," kata Ervina.

Pada kesempatan yang sama Ervina juga membantah kalau dia menempelkan seterika panas ke punggung anak tirinya meskipun hasil diagnosa dokter menyebut bekas luka bakar di punggung bocah malang Adit diduga karena gesekan seterika. "Tak betul cerita Adit itu kalau punggungnya saya seterika. Punggungnya cuma saya pukul pakai sapu lidi," kata Ervina kepada detikcom.

Masih cerita Vina, dia memukul Adit pakai sapu lidi dengan dalih waktu itu adiknya dipukul. Ervina memukul karena marah anak kandungnya dipukul Adit. "Saya pukul pakai sapu lidi memang sampai memar. Habis itu saya obati pakai obat pil atum. Saya taburi obat itu ke punggungnya. Rupanya salah obat, makanya kulitnya gosong karena obat, bukan saya seterika," kilahnya.

Dia juga membantah telah menganiaya Adit menggunakan gunting dan senjata tajam. "Sumpah! Sumpah mati saya tak pernah memotong lidah Adit pakai gunting. Nggak betul itu, kalau saya nekat sampai menggunting lidahnya," katanya.

Menurut Ervina, luka di lidah Adit itu karena ditonjok. "Mulutnya saya pukul pakai tangan. Ini bekas luka di tangan saya masih ada. Ya mungkin waktu saya pukul pakai tangan, kena lidahnya. Tapi tak betul kalau sampai saya gunting," katanya yang mengaku kejadian itu sekitar 3 bulan silam.

Lantas bagaimana bibir Adit yang ada bekas sayatan? "Itu juga karena saya pukul. Bukan kena gunting," katanya.

Dalam pemeriksaan tim medis RSUD Bangkinang, tempat Adit dirawat, ujung lidah Adit terpotong. Bibirnya terdapat luka bekas benda tajam. Begitu juga alat vitalnya. "Hasil diagnosa tim medis kita, lidah, bibir dan alat vitalnya ada bekas benda tajam," kata Direktur RSUD Bangkinang Kampar dr Wira Dharma. (dtc)
(0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
| | | | | | | |
| Redaksi | Info Iklan |
Copyright 2012 DariRiau.Com, All Rights Reserved