| | | | | | | |
Sabtu, 01 Maret 2014  
DariRiau.com / Bengkalis / Kualitas Jelek, Proyek Pengaspalan Diprotes Warga

Kualitas Jelek, Proyek Pengaspalan Diprotes Warga


Minggu, 08/12/2013 - 18:14:22 WIB
DARIRIAU.com - Pekerjaan aspal hotmix dalam lingkungan kota Bengkalis terus menuai protes dari kalangan masyarakat karena kualitasnya yang amburadul serta terkesan dikerjakan asal-asalan oleh rekanan pelaksana.

Hal tersebut kontras dengan nilai proyek yang melebihi Rp16 miliar yang dananya 100 persen bersumber dari APBD Bengkalis tahun 2013.

Pemuka masyarakat Bengkalis H. Effendi Buntat memberikan pendapat bahwa pekerjaan peningkatan jalan dalam lingkungan kota Bengkalis itu diyakininya kurang bagus mutunya. Banyak badan jalan yang sudah selesai diaspal hotmix belum sebulan sudah berlobang, seperti yang terlihat di jalan Hangtuah dekat wisma Sedaro Kito.

Kemudian aspal hotmix yang dipasang belang-belang dan kasar kualitasnya, seperti di persimpangan antara jalan HOS. Cokroaminoto dengan jalan Antara.

"Lihat saja disimpang jalan Antara dan HOS Cokroaminoto dekat lampu rambu lalu lintas, belang-belang dimana bekas jejak ban mobil dan sepeda motor terlihat jelas membekas. Kualitas aspal hotmix yang dipasang juga kasar-kasar dimana diduga aspal dicampur dengan oli cukup banyak. Kita bukan mencari-cari kesalahan mereka, tapi lihat saja sendiri proyek belasan miliar kualitasnya asal jadi," tegas Effendi Buntat, Minggu (8/12).

Diminta pria 60 tahunan itu, SKPD terkait yaitu Dinas Pekerjaan Umum (PU) harus mengawasi dengan betul-betul pekerjaan peningkatan jalan lingkungan dalam kota Bengkalis tersebut. Padahal menurutnya rekanan yang melaksanakan pekerjaan itu sudah berpengalaman mengerjalan pengaspalan hotmix di kabupaten Bengkalis. Akibat buruknya kualitas pekerjaan, dikhawatirkan aspal hotmix yang dipasang tidak akan tahan lama, sehingga setiap tahun APBD Bengkalis hanya tersedot untuk
perbaikan jalan dalam kota saja, sementara di luar kota jalan-jalan poros antar desa banyak yang sudah hancur.

"Jangan dana APBD itu hanya dikuras untuk meningkatkan jalan dalam kota Bengkalis dan kota Duri di kecamatan Mandau semata. Bangun secepatnya jalan poros penghubung antar desa di kecamatan-kecamatan lainnya seperti di kecamatan Bantan, Pulau Rupat atau Bukitbatu. Kalau memang ada dugaan persoalan dalam pengerjaan ataupun pelelangan proyek tersebut, aparat penegak hukum harus mengusut," tukas Buntat menambahkan.

Terpisah, Sekretaris Komisi II DPRD Bengkalis Azmi R Fatwa yang diminta tanggapannya mengungkapkan kalau memang kualitas pekerjaan rekanan dalam melakukan pengaspalan hotmix disejumlah ruas jalan utama dalam kota Bengkalis itu buruk, tentu harus ada tindakan nyata.

Tindakan dimaksud bisa jadi dari Dinas PU terlebih dahulu, meminta rekanan mengerjakan sesuai.bestek dan meningkatkan kualitas pekerjaannya. Dalam pekerjaan peningkatan jalan dalam kota Bengkalis itu, SKPD dan rekanan jelas yang bertanggungjawab.

"Saya juga dengar ada keluhan dari warga karena kualitas jalan yang diaspal hotmix itu tidak sesuai harapan dan dana yang dialokasikan cukup besar. Hal ini akan kita bahas di internal komisi II untuk memanggil SKPD terkait beserta rekanan menanyakan kualitas pekerjaan mereka seperti yang dikeluhkan masyarakat. Apabila ada indikasi hukum, tentu aparat penegak hukum harus menindaklanjutinya, bila memang ada kesalahan," ujar Azmi dari Fraksi PKS. (rdi)
(0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
| | | | | | | |
| Redaksi | Info Iklan |
Copyright 2012 DariRiau.Com, All Rights Reserved