DARIRIAU.com - Sehari pasca pemilihan gubernur Riau putaran kedua, Penjabat Gubernur Riau Djohermansyah Djohan memfasilitasi pertemuan antara calon gubernur Herman Abdullah dan Annas Maamun, di kediaman tokoh masyarakat Riau yang juga Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Tennas Effendy di Pasir Putih, Kampar, tadi malam.



Sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat terlihat hadir seperti Sekdaprov Zaini Ismail, Ketua Harian LAM Al Azhar dan sejumlah tokoh lainnya.
Pertemuan ini menjadi menarik sebab saat ini cagub Herman Abdullah masih belum menyerah meskipun sejumlah lembaga survei merilis hasil hitung cepat pada hari Rabu (27/11), yang menyimpulkan Annas menang telak atas Herman. Bahkan selisih perolehan suaranya cukup sugnifikan, hampir mencapai 20 persen.
Pertemuan ini diawali dengan acara makan bersama. Setelah itu Djohermansyah masuk ke ruang kerja Tennas Effendy yang diikuti oleh Herman Abdullah. Ketiganya melakukan perbincangan cukup lama.
Selang 20 menit kemudian, giliran Annas Maamun yang bertemu Tennas dan Djo. Sama seperti dengan Herman, pertemuan tiga tokoh penting ini juga dilakukan tertutup.

Setelah itu ternyata acara belum usai. Keempat tokoh tersebut, Tennas, Djohermansyah, Herman dan Annas kembali melakukan pertemuan sekitar 45 menit. Tidak diketahui perbincangan seperti apa yang mereka bahas.
Namun sang tuan rumah Tennas Effendy hanya mengatakan kalau pertemuan tersebut sekedar bersilaturrahmi dan berbincang dari hati ke hati. "Pertemuan ini adalah silaturrahmi. Kita saat ini belum mengetahui hasil pasti pilkada, tetapi siapapun yang terpilih harus dapat memegang amanah," ujar Tennas.
Sementara itu Djohermansyah juga membenarkan kalau pertemuan tersebut sekedar silaturrahmi. "Bagi yang menang merangkul yang kalah, bagi yang kalah hendaknya berlapang dada," ujarnya.
"Jika ada persoalan kita akan menyelesaikan secara kekeluargaan, secara adat, secara hukum dan ketentuan yang berlaku," kata Djohermansyah kepada wartawan.

Sementara itu, pernyataan mengejutkan justru dilontarkan Herman Abdullah. Mantan walikota Pekanbaru itu terang-terangan mengatakan belum akan menyerah. "Pertemuan ini hanya silaturrahmi, bukan untuk menerima kalah atau menang. Saya belum menyerah," katanya.
Mendengar pernyataan Herman Abdullah, rivalnya Annas Maamun hanya senyum-senyum saja. Bupati Rokan Hilir itu juga enggan memberi komentar.
(ris/jef)
(3) Komentar
@ Achmad, 29/11/2013 | 10:05:09 WIB
Koreh kapalo ang ma Herman. La jole jatuo tapai masih juo nio manggugat.
@ Hendri, 29/11/2013 | 10:06:20 WIB
Saya salut dengan pak Djohermansyah yang punya inisiatif mempertemukan dua cagubri. Terima kasih pak.
@ Sukri, 29/11/2013 | 10:06:58 WIB
Gugat terus pak Herman, selagi banyak duit bayar pengacara
|
[ Kirim Komentar ]
|