Djo Serahkan Mutasi Pada Gubernur Terpilih
Politik -
Senin, 25/11/2013 - 22:37:45 WIB
 |
Pj Gubri Djohermansyah Djohan
|
TERKAIT:
DARIRIAU.com - PNS di lingkungan Pemprov Riau bisa sedikit lega sebab Penjabat Gubernur Riau memastikan tidak akan ada mutasi pejabat semasa ia memimpin Riau beberapa bulan ke depan hingga terpilih gubernur baru hasil Pilkada putaran kedua.
Djohermansyah Djohan lebih memilih untuk fokus menuntaskan pekerjaan yang tertunda selama masa transisi.
Kepastian tidak akan ada mutasi pejabat tersebut disampaikan Pak Djo, usai memimpin apel pagi Senin (25/11).
Dikatannya, mutasi pejabat pemprov Riau diserahkan kepada Gubernur baru nanti. "Mengenai hal-hal prinsip seperti mutasi, itu saya serahkan kepada Gubernur baru saja nanti. Jadi saya pastikan tidak ada mutasi-mutasi ini. Saya ingin menuntaskan pekerjaan yang tertunda selama kekosongan jabatan kemarin saja," ujarnya.
Gesa APBD!
Dalam apel perdana Senin (25/11) Djhohermansyah mengingatkan kepada pegawai untuk menggesa realisasi APBD Riau 2013.
"Kondisi realisasi keuangan dan Fisik APBD kita saat ini masih jauh di bawah target yang ditetapkan yakni mencapai 95 persen untuk Fisik dan 92 persen untuk Keuangan, karena itu, saya minta semua stake holder untuk bisa mengoptimalkan waktu yang tersisa dalam merealisasikan APBD ini sesuai dengan terget, minimal bisa mendekati," ujar Djohermansyah.
Pada kesempatan itu, pria yang akrab disapa dengan Djo itu juga mengingatkan bahwa sesuai dengan arahan yang disampaikan Menteri Dalam negeri Gamawan fauzi saat melantik dirinya sebagai Pj Gubernur Riau Kamis Pekan lalu, tugas utama yang harus disukseskannya adalah pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) gubernur/Wakil Gubernur Riau 2013.
Karena itu ia juga menghimbau dan mengajak kepada seluruh pegawai untuk bisa mensukseskannya, dengan menggunakan hak pilih. Namun ia mewanti-wanti kepada pegawai agar jangan terlibat politik praktis dalam mendukung salah satu pasangan Calon gubernur/Wakil Gubernur Riau.
"Menggunakan hak pilih adalah suatu keharusan yang dilakukan seorang pegawai, beri contoh yang baik bagi masyarakat di sekitar lingkungan masing-masing. Namun demikian, saya tegaskan jangan sekali-kali ikut melakukan atau menyatakan dukungan kepada salah satu calon dengan ikut mengkampanyekannya, karena itu bertentangan dengan aturan kepegawaian," tegasnya.
Ia juga tak lupa berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat Riau untuk dapat menggunakan hak pilihnya pada 27 November besok. "Mari, bersama-sama ke TPS menggunakan hak suara, pilih pemimpin Riau yang mampu membawa kemajuan untuk daerah kita ini," ajaknya. (ris)
(0) Komentar
|
[ Kirim Komentar ]
|