DARIRIAU.com - Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan Darwin (perwira kapal) KMP Tasik Gemilang sempat mendekam selama 24 jam, dan proses hukum terhadap Darwin pelaku pemukulan terhadap Hasyim (23) di Mapolsek Bengkalis akhirnya dibebaskan dengan dalih sudah berdamai secara kekeluargaan.
Namun perbuatan sang perwira kapal itu tidak terhenti sampai di situ, pemecatan Darwin yang bekerja di KMP Tasik Gemilang bakal diterimanya.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Bengkalis Ja'far Arief saat dimintai tanggapannya, Senin (25/11).
"Sebagai abdi pelayanan masyarakat, Dishubkominfo Bengkalis telah berulang kali menyampaikan penekanan tingkatkan pelayanan secara prima terutama kepada masyarakat Bengkalis. Kejadian yang menimpa Hasyim hingga mengalami luka di bagian kepala setelah mendapatkan kabar dari media dan ini di luar dugaan kami," ungkap Jafar Arief.
Kendati proses hukum di Polsek Bengkalis antara si pelaku pemukulan (Darwin,red) dan korban (Hasyim) warga Bengkalis itu sudah berdamai secara kekeluargaan, dan menghindari terulang kembali kejadian yang serupa. Untuk sanksi yang pantas diberikan kepada perwira kapal KMP Tasik Gemilang ada pada pihak ketiga pengelola KMP Tasik Gemilang.
"Diberhentikan atau tidaknya tergantung pihak ketiga (pengelola KMP TG,red), dan bukan kewenangan Dishubkominfo kabupaten Bengkalis," kata Jafar Arief.
Karena pemukulan itu telah mencoreng nama baik pelayaran di ranah wilayah Dishubkominfo Bengkalis tidak tutup berkemungkinan untuk mempertanggungjawabkan atas perbuatan Perwira kapal KMP TG (Darwin,red) terancam beri saksi pemecatan.
"Dishubkominfo Bengkalis akan membuat surat teguran kepada pihak ketiga atau pengelola KMP TG, surat teguran itu berupa penegasan atas perbuatan (Darwin,red) yang telah melakukan pemukulan terhadap pengguna jasa pelayaran (Hasyim,red). Supaya mempertimbangkan perbuatan brutal sang perwira kapal itu, dan hingga pemecatan baik secara hormat maupun tidak hormat nantinya tergantung pihak pengelola bersangkutan,"tutur mantan Camat Bengkalis ini.
Sebelumnya insiden itu terjadi Kamis (21/11/2013) penyebrangan roro sei Pakning- Bengkalis, Hasyim yang merupakan warga asal Pangkalan Batang, kecamatan Bengkalis dipukul Darwin dengan handy talky (HT) dan bersama sejumlah anak buah ABK KMP Tasik Gemilang.
Akibat kejadian tersebut, Hasyim merupakan supir truk bermuatan bahan bangunan itu mendapatkan perawatan di RSUD Bengkalis karena dibagian kepalanya bocor dan mendapatkan tiga jahitan.
(nah)
(0) Komentar
|
[ Kirim Komentar ]
|