| | | | | | | |
Sabtu, 01 Maret 2014  
DariRiau.com / Politik / Benarkah Jabatan Hanya Diisi Orang-orang Kampar?

Jika Herman Menang Pilgub,
Benarkah Jabatan Hanya Diisi Orang-orang Kampar?


Minggu, 24/11/2013 - 15:34:44 WIB
DARIRIAU.com - Menjelang pemungutan suara pada putaran kedua Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 27 November mendatang, kedua pasangan calon yang bersaing merebut kursi nomor satu di Riau, sama-sama mendapat isu tak sedap.

Calon gubernur Riau Herman Abdullah disebut-sebut hanya akan memperhatikan orang-orang yang berasal dari Kampar menjadi pejabat jika dirinya menag pada pemilihan nanti. Lantas benarkah isu tersebut?

Mantan Walikota Pekanbaru dua periode tersebut membantah keras isu yang berkembang selama pilgub tersebut. Bahkan dia menyebut kalau isu itu hanyalah bentuk black campign yang dibuat oleh orang-orang yang tidak senang terhadap dirinya.

"Ada isu mengatakan kalau Herman Abdullah jika terpilih menjadi Gubernur Riau maka pemerintahan akan diisi oleh orang Kampar saja. Ini saya tegaskan tidak benar. Kita orang Riau, dan tidak tipe saya seburuk itu, dan saya juga tidak anti nasrani seperti yang diisukan," tegas Herman yang didampingi oleh pasangannya Agus Widayat, Sabtu (23/11) saat kampanye dialogis di Ball Room Hotel Mutiara Merdeka.

Tidak hanya itu, dikatakannya lagi black campaign lain yang menyebutkan, apabila Herman jadi Gubernur, honor perbaikan penghasilan pegawai kantor Gubernur termasuk guru akan dihilangkan. "Itu juga saya nyatakan tidak benar. Ini kan tindakan korupsi," ungkapnya lagi.

Hadir pada acara tersebut diantaranya, juru bicara DPP Demokrat Ruhut Sitompul, Dewan Penasehat DPD Demokrat Riau H Jefry Noer, Wakil Sekretaris DPD Partai Demokrat Indra Rukmana, Ketua DPC Demokrat Kota Pekanbaru, H Firdaus ST MT, Ketua DPD Partai Gerindra Marwan Yohanis (ketua tim koalisi pemenangan Herman-Agus), ketua DPC PBB Pekanbaru Azwir, dan juga pimpinan partai pendukung dan pengusung lainnya, serta Kader dan Caleg dari masing-masing partai untuk kabupaten dan kota se Provinsi Riau yang memenuhi Ball Room hotel.

Herman mengimbau kepada masyarakat Pekanbaru dan Riau secara keseluruhan, supaya tidak Golput. "Gunakanlah hak pilih itu, jadilah warga negara yang baik, hanya 30 menit saja, mulai jam 7 sampai jam 13 siang, dalam rentang waktu lima tahun memilih pemimpin sesuai dengan hati nurani, jujur dan bersih," ujarnya.

"Jangan mau diintervensi, jangan mau diganggu-ganggu, dan diancam-ancam. Biarkanlah rakyat memilih sesuai dengan pilihannya. Dan yang penting lagi, berikan surat panggilan dan surat suara untuk datang ke TPS untuk menggunakan haknya, dan saya pikir masyarakat sudah cerdik semuanya," kata Herman lagi.

Dilanjutkan Herman, strategi untuk pemenangan putaran kedua yang tinggal beberapa hari saja lagi, 27 November 2013, Pasangan nomor urut satu ini menegaskan tetap melakukan konsolidasi dan sosialisasi. "Kami tidak akan money politic, tidak akan memberikan ini dan itu atau yang bersifat pribadi untuk menang. Kecuali mungkin pemuda minta bola volley, bola kaki itu sah- sah saja," ujar Herman.

Dan soal tambahan dukungan dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan juga Partai Demokrat, ditambah dengan organisasi IKMR se Riau, tentu perolehan dari ini pada putaran pertama lalu bisa pindah ke pasangan nomor urut satu Herman-Agus.

PAN itu lebih 13 persen bersamaa PKS, dan Demokrat 20 persen bersama PBR. "Kalau itu saja ditotalkan dengan perolehan kami kemarin 23 persen dari 12 kabupaten dan kota saya rasa itu sudah mencapai 56 persen, dan itu diatas kertas, dan juga ditambah dukungan dari IKMR itu lebih kurang 30 persen, ditambah lagi etnis jawa yang mendukung kita, dan berharap masyarakat Jawa yang ada di Riau ini yang tidak ada kepentingan ke nomor 2 hendaknya mendukung pak Agus (pasangan nomor urut 1, red)," pungkas mantan Wali Kota Pekanbaru ini.

Herman juga menyampaikan kinerja tim diputaran pertama, bahwa menjelang putaran kedua membentuk tim penguat, ada tim relawan sahabat Herman-Agus, dan tim di putaran pertama tetap disolidkan untuk saling sinergi.

"Jadi insyaAllah tambah kekuatan maka hasil bisa lebih maksimal. Kita tidak boleh Pede dulu, tidak boleh berbesar hati, terlena dan sebagainya. Karena masih banyak yang perlu dilakukan untuk merebut hati rakyat Riau memenangkan Pilgubri 2013-2018," tutupnya. (kho)
(0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
| | | | | | | |
| Redaksi | Info Iklan |
Copyright 2012 DariRiau.Com, All Rights Reserved